PENGARUH PERBEDAAN PROVENAN JENIS AKASIA (Acacia mangium Willd) dan KEPEKATAN BAHAN PENYAMAK NABATI TERHADAP KUALITAS KULIT SAMAK YANG DIHASILKAN
Panji Probo Saktianggi, Rini Pujiari S, Hut ; Ir. Ronggo Sadono
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKulit Acacia mangium diduga dapat digunakan sebagai bahan penyamak nabati karena adanya kandungan tanin, namun belum diketahui kualitas kulit samak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pemanfaatan kulit A. mangium serta pengaruh provenan dan kepekatan bahan penyamak yang berbeda terhadap kualitas kulit samak yang dihasilkan. Cara penelitian untuk analisis bahan penyamak didapat dari hasil ekstraksi 3 provenan dengan pesawat Koch kemudian di uji, untuk kualitas kulit samak dimulai dengan ekstraksi dari 3 provenan yang digunakan untuk menyamak kulit mentah domba. Selanjutnya kulit direndam dalam ekstrak sesuai dengan kepekatan awal yang diukur dengan Baumemeter kemudian diuji kekuatan fisik dan kimia untuk penentuan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Completly Random Design) satu arah dengan faktor 3 provenan Acacia mangium yakni proven.an : A. mangium Sidei Irian, A. mangium Ellerbeck Rd Card dan A. mangium Moehead Papua New Guinea untuk analisis bahan penyamak, sedangkan untuk pengujian kualitas kulit samak menggunakan Rancangan Faktorial 3 x 3 dengan faktor (1 ). Provenan : A. mangium Sidei Irian, A. mangium Ellerbeck Rd Card dan A. mangium Moehead Papua New Guinea; (2). Kepekatan bahan penyamak : 1 °Be, 2 °Be dan 3 °Be. Analisis bahan penyamak bertujuan untuk mengetahui kadar tanin kulit A. mangium sedangkan pengujian kualitas kulit samak meliputi : kadar air kulit samak, kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek lidah. Hasil pengukuran kadar tanin dan kualitas kulit samak dianalisis dengan F hitung dilanjutkan dengan HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit A. mangium yang diperoleh dari tiga provenan dapat digunakan sebagai bahan penyamak nabati. Hasil analisis bahan penyamak (tanin) rata-rata 1,89% (rendah). Faktor provenan tidak berbeda nyata pada pengujian kadar tanin bahan penyamak. Pengujian kualitas kulit samak: nilai kadar air sebesar 16,17% (sedang), kekuatan tarik 244,97 kg/cm2 (tinggi), kemuluran 19,04% (sedang), dan sobek lidah 12, 71 kg/cm (tinggi). Interaksi faktor provenan dan kepekatan menghasilkan kualitas kulit yang berbeda. A. mangium Ellerbeck Rd Card dengan kepekatan 2 °Be menghasilkan kulit samak dengan kekuatan tarik yg tertinggi sebesar 431,07 kg/cm2 . A. mangium Ellerbeck Rd Card kepekatan 1 °Be menghasilkan kulit samak dengan kadar air terendah sebesar 13,67%. A. mangium Moehad PNG kepekatan 2 °Be diperoleh kulit samak dengan kemuluran yang tertinggi sebesar 27,33% dan A. mangium Sidei Irian Jaya kepekatan 1 °Be menghasilkan kekuatan sobek lidah yang tertinggi sebesar 18,12 kg/cm.
Kata Kunci : Acacia mangium, provenan, bahan penyamak, kualitas kulit