Fasilitas Daur Ulang Limbah Beton dan Batu Bata dengan Pendekatan Design for Disassembly pada Konstruksi Jalan Tol di Indonesia
Haidar Daffa Dhiyaulhaq, Wisnu Agung Hardiansyah, S.Ars., M.Arch.
2025 | Skripsi | ARSITEKTUR
Jalan tol di Indonesia menjadi salah satu proyek yang gencar dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung aksesibilitas. Namun, pembangunan jalan tol menimbulkan dampak negatif dari segi lingkungan, yaitu timbulnya limbah konstruksi, terutama beton dan batu bata. Secara umum, pengelolaan limbah konstruksi di Indonesia belum optimal, bahkan fasilitas pengelolaan limbah konstruksi jarang ditemui.
Limbah beton dan batu bata tersebut, apabila dikelola dengan baik dapat mengurangi pencemaran lingkungan, serta yang lebih penting adalah proses daur ulang yang dapat dilakukan terhadap limbah tersebut menjadi beton baru. Sehingga, dalam konstruksi jalan tol dapat menghemat bahan baku beton. Oleh sebab itu, diperlukan fasilitas yang dapat mewadahi proses daur ulang limbah beton dan batu bata pada proyek konstruksi jalan tol di Indonesia. Namun, karena konstruksi jalan tol yang terus bergerak dan berpindah-pindah, maka diperlukan fasilitas daur ulang yang dapat mewadahi pergerakan dan perpindahan tersebut.
Toll roads in Indonesia are one of the projects that are intensively carried out by the government to support accessibility. However, the construction of toll roads has a negative environmental impact, namely the generation of construction waste, especially concrete and bricks. In general, construction waste management in Indonesia has not been optimized, even construction waste management facilities are rarely found.
Concrete and brick waste, if managed properly, can reduce environmental pollution, and more importantly, the recycling process that can be carried out on the waste into new concrete. Thus, in highway construction, it can save concrete raw materials. Therefore, facilities are needed that can accommodate the recycling process of concrete and brick waste in toll road construction projects in Indonesia. However, because toll road construction is constantly moving and moving, a recycling facility is needed that can accommodate the movement and displacement.
Kata Kunci : Jalan tol, daur ulang limbah konstruksi, fasilitas daur ulang limbah konstruksi