Laporkan Masalah

Efektivitas proyek asilitas kredit industri kecil kasus industri pedesaan di kabupaten Bantul

Eratus Dana Susanto, Drs. Sokeadri, M.S.; Drs. Ig. Sugiman, M.S.

1993 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Proyek Fasilitas Kredit Industri Keeil di Kabupaten Bantul adalah proyek Pemerintah Daerah Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui SK Gub. No.: 202/kpts 1986 untuk wilayah Kabupaten Bantul. Kebijaksanaan ini ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan golongan ekonomi lemah para pengusaha dan pengrajin industri kecil. Sebagai se-buah kebijaksanaan proyek ini lebih banyak bersifat "top down approach". Proyek dilihat sebagai implementasi peren-canaan merupakan pilihan intervensi untuk memulai dan mengendalikan proses perubahan yang dikehendaki. Dalam fungsinya proyek terikat pada sifat perencanaan sebagai sebuah proses, dimana aspek evaluatif sangat bermanfaat dalam pelaksanaan selanjutnya. Masalah yang ada dalam mengembangkan industri pedesa-an salah satunya adalah modal usaha. Kondisi keterbela-kangan sebagai kendala untuk kemajuan usaha, menuntut tin-dakan yang bersifat menyeluruh dari pengelola kebijak-sanaan. Proyek Fasilitas Kredit Industri Kecil sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut, merupakan lang-kah yang adaptatif dengan penyederhanaan persyaratan dan prosedurnya. Sebagai sebuah proses perencanaan, pencapaian kegiatan proyek sangat penting untuk menyempurnakan kegiatan selanjutnya. Penelitian ini bertolak dari per-masalahan ketidakjelasan pencapaian kegiatan tersebut, mencakup strata sosial-ekonomi debitur dan pemanfaatan proyek. Tujuan penelitian ini bertolak dari maksud dan tujuan Proyek FKIK, terdiri atas: 1) menemukan strata sosial-ekonomi pada rumah tangga yang terkenai proyek, 2) menemu-kan tingkat penggunaan kredit, 3) analisis efektivitas proyek. Metode Penelitian menggunakan Metode Survei yang merupakan kelanjutan dari "Komponen Penelitian 1989 Tahap III" yaitu penelitian yang menekankan pada kegiatan peren-canaan pengembangan pedesaan dengan pendekatan instan-sional, kerja sama antara Fakultas Geografi dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Bantul. Responden adalah debitur, sebanyak 120 orang yang dikatagorikan menjadi dua menurut batasan industri pedesaan yang diajukan Gunawan Sumodiningrat dan Soedjito Sosrodihadjo, yaitu industri dengan input utama tenaga kerja (keahlian) dan industri dengan input utama bahan baku. Analisa data digunakan tabel silang dan tabel frekuensi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Proyek Fasilitas Kredit Industri Kecil sampai pada kelompok sasaran (target group), yaitu golongan ekonomi lemah yang memiliki usaha industri. Tingkat pencapaian kelompok sasaran menunjuk pada angka 78,3 persen, berarti sebanyak 78,3 persen debitur merupakan golongan ekonomi lemah. Variabel yang digunakan untuk analisis strata sosia1-ekonomi digunakan: luas penguasaan lahan, kualitas fisik rumah dan jumlah pekerja.

-

Kata Kunci : Industri kecil,Industri desa,Fasilitas kredit,Bantul,DIY

  1. S1-1993-2652-Erastus_Dana_Susanta-abstract.pdf  
  2. S1-1993-2652-Erastus_Dana_Susanta-bibliography.pdf  
  3. S1-1993-2652-Erastus_Dana_Susanta-conclusion.pdf  
  4. S1-1993-2652-Erastus_Dana_Susanta-tableofcontent.pdf  
  5. S1-1993-2652-Erastus_Dana_Susanta-title.pdf