Laporkan Masalah

Analisis data gravitasi untuk menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan di daerah Semarang, Jawa Tengah

SETYAWAN, Agus, Dr. H. Wahyudi, M.S

2005 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Telah dilakukan interpretasi terhadap data anomali gravitasi lokal hasil pengukuran di daerah Semarang, Jawa Tengah untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaannya. Densitas Bouguer untuk daerah Semarang mempunyai nilai 2,55 gr/cm3. Anomali Bouguer Lengkap di bidang datar mempunyai kedalaman massa ekivalen 2500 meter di bawah sferoida referensi dan diproyeksi ke bidang datar pada ketinggian 300 meter di atas sferoida referensi. Kontur Anomali Bouguer Lengkap mempunyai pola yang hampir sama dengan pola kontur topografi, hal ini mencerminkan bentuk topografi daerah penelitian dikontrol oleh benda penyebab anomali gravitasi. Pemodelan dengan menggunakan program Grav2DC for Windows didapatkan model struktur geologi terdiri dari: formasi damar yang mempunyai harga densitas rata-rata 2,9 gr cm3 dengan kedalaman 521 meter, endapan aluvial yang mempunyai harga densitas rata-rata 2,2 gr cm3 dengan kedalaman rata-rata 194 meter, endapan pasang surut yang mempunyai harga densitas rata-rata 2,1gr cm3 dengan kedalaman 168 meter dan endapan delta dengan densitas rata-rata 1,85gr / cm3 dengan kedalaman 145 meter, dengan kedudukan endapan pasang surut, endapan aluvial endapan delta, terhadap satuan batuan yang lebih tua adalah kontak bidang erosi.

The interpretation of local gravity anomaly has been done to investigate the geology subsurface at Semarang, Central of Java. Bouguer density of Semarang is 2,55 gr/cm3. Complete Bouguer anomaly in a horizontal plane is located at 300 meter above the reference spheroid while it’s equivalent mass at 2500 meter beneath the reference spheroid. The contour pattern of the complete Bouguer Anomaly has a similar pattern with the contour of the topography in thes region. This indicates that the body of gravity anomaly controlls the topography of the region. Modeling by Grav2DC for Windows fields geological structure consisting of: the damar formation with average density (ρ ) of 2,9 gr cm3 and the depth of 521 m, the aluvial sediment with ρ = 2,2 gr cm3 and depth of 194 m, the tide sediment with ρ = 2,1gr cm3 and depth 168 metre and the delta sediment with ρ = 1,85gr / cm3 dimiciling tide sediment, aluvial sediment, and delta sediment, to set of older rock is unconformity

Kata Kunci : Geologi Bawah Tanah,Metode Gravitasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.