Laporkan Masalah

Proyeksi produksi tanaman bahan pangan pokok di DIY tahun 2003 berdasarkan luas panen dan keterkaitannya dengan kebijakan pembangunan daerah

Fredi Sabam Budiman, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

1999 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

DIY merupakan daerah terpadat kedua di Indonesia setelah Propinsi DKI Jakarta, dengan adanya pertumbuhan penduduk per tahun yang cenderung meningkat (0,88% per tahun dalarn kurun waktu 1990 hingga 1996) maka tuntutan akan kebutuhan bahan pangan pokok tahun-tahun mendatang akan meningkat pula Dalam Penelitian ini dilakukan pentroyeksian produksi tanaman bahan pangan pokok (karbohidrat dan protein) tahun 2003 dengan tujuan agar dapat diketahui keseimbangan ketersediaan bahan pangan pokok terhadap kebutuhan bahan pangan pokok penduduk DIY tahun 2003 dimana selanjutnya dapat ditentukan beberapa alternatif kebijakan yang dapat dilakukan bila terjadi ketidakseimbangan produksi dan konsumsi bahan pangan pokok. Proyeksi produksi tanarnan bahan bahan pangan pokok pRda tahun 2003 dapat dihitung dengan menggunakan data luas panen sebab dengan menggunakan data luas panen akan lebih mencenninkan adanya penganah perubahan penggunaan lahan terhadap produksi tanaman bahan pangan pokok panggunaan data luas panen tahun 1990-1996 yang dihitung secara matematis (metode Double smoothing dan disertai asumsi bahwa perkembangan faktor-faktor produksi di lua• faktor luas panen dan faktor-faktor konsurnsi adalah sama dengan kondisi pada kurun waktu 1990-1996) selanjutnya dapat diketahui kondisi keseimbangan bahan pangan pokok di setiap kabupaten di my pada tahun 2003, sedangkan untuk menentukan altematif pemecahan masalah keseimbangan bahan pangan pokok vang muncul pada. tahun 2003 digunakan analis.;is diskriptif kewilayahan dengan didukungpenggunaan metode analisis Location Ouotient. Ta.hun 2003, Kabupaten Kulon Progo, Sleman dan Ganung Kidul mengalami penurunan luas panen tanaman bahan pangan pokok, sedangkan Kabupaten Bantui dan Kotamadya '1.Fogyakarta justru mengalami hal yang sebaliknya (peningkatan luas panen). Jika ditinjau dari sisi keseimbangan produksi dan konsumsi bahan pangan pokok maka hanya Kotamadya Yogyakarta yang mengalami defisit bahan pangan pokok, baik jenis bahan pangan pokok yang tercakup dalam hasil perhitungan (protein dan karbohidrat) maupun yang secara nyata dominan dikonsunisi penduduk (karbohidrat, beras, ketela pohon dan ketela rambat) sehingga Kotamadya Yowakarta pada tahun 2003 perlu dijadikan prioritas dalam pemenuhan bahan pangan pokok. Hal tersebut dapa.t dilakukan melalui pendistribusian bahan pangan pokok dari daerah lain yang mengalami surplus dan juga melalui pengaturan tata g,una lahan di masing-masing kabupaten di DIY. vi

-

Kata Kunci : Bahan pangan pokok,Proyeksi produksi bahan pangan,Kebijakan pembangunan daerah,DIY

  1. S1-1999-Fredi_Sabam_Budiman-abstract.PDF  
  2. S1-1999-Fredi_Sabam_Budiman-bibliography.PDF  
  3. S1-1999-Fredi_Sabam_Budiman-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1999-Fredi_Sabam_Budiman-title.PDF