Agensi Komunitas dalam Mendukung Kedaulatan Pangan: Studi pada Komunitas Sekolah Pagesangan di Gunungkidul
Aprilia Dwi Cahyani, Prof. Dr. Suharko, M.Si.
2025 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini membahas mengenai upaya yang dilakukan oleh Komunitas Sekolah Pagesangan dalam mewujudkan keberdayaan masyarakat melalui pendidikan kontekstual dan penguatan praktik pangan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori agensi yang dikaitkan dengan konsep kedaulatan pangan. Analisis ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana proses kemunculan Komunitas Sekolah Pagesangan dan bagaimana Komunitas Sekolah Pagesangan mengambil peran dalam membentuk ulang nilai, praktik, dan relasi sosial dalam komunitas mereka dalam membangun sistem pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan Komunitas Sekolah Pagesangan berakar dari agensi personal Diah Widuretno. Lebih lanjut, upaya kedaulatan pangan diwujudkan melalui transformasi agensi personal menjadi agensi komunal yang aktif melibatkan kelompok anak, kelompok perempuan, dan kelompok sinau tani. Komunitas Sekolah Pagesangan juga berkomitmen menjadi komunitas mandiri dengan tidak menerima bantuan dana dari pihak eksternal maupun pemerintah desa. Sekolah Pagesangan menjadi ruang pendidikan alternatif yang memainkan peran strategis dalam menghidupkan kembali praktik pertanian tradisional. Dalam konteks ini, kedaulatan pangan tidak hanya soal produksi pangan, akan tetapi mencakup proses regenarasi nilai, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan transformasi sosial dari dalam komunitas. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pendidikan kontekstual dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan solusi dari dalam komunitas lokal terhadap tantangan yang mereka hadapi.
This research discusses the efforts made by Sekolah Pagesangan Community in realizing community empowerment through contextual and strengthening local food practices. This research uses a qualitative approach with a case study method and data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and document study. The theory uses in this research is agency theory which is associated with the concept of food sovereignty. This analysis is intended to understand how the process of the emergence of Sekolah Pagesangan Community and how Sekolah Pagesangan Community takes a role in reshaping values, practices, and social relations in their community in building an independent and sustainable local food system. The result show that the emergence of Sekolah Pagesangan is rooted in Diah Widuretno's personal agency. Furthermore, food sovereignty efforts are realized through the transformation of personal agency into communal agency that actively involves children's groups, women's groups, and sinau tani groups. Sekolah Pagesangan Community is also committed to being an independent community by not accepting financial assistance from external parties or the village government. Sekolah Pagesangan becomes an alternative educational space that plays a strategic role in reviving traditional agricultural practices. In this context, food sovereignty is not only about food production, but includes the process of value regenerations, sustainable, resource management and social transformation from within the community. This research shows that contextual education can be one of the strategies to create solutions from within local communities to the challenges they face.
Kata Kunci : Kedaulatan Pangan, Keberdayaan, Praktik Pertanian Lokal, Komunitas Sekolah Pagesangan