Frekuensi dan Karakteristik Pasien Hipertensi Intradialitik yang Menjalani Hemodialisis Rutin di RSUP Dr. Sardjito
Syadewi Nayla Rizkyannisa, dr. Dwita Dyah Adyarini, Sp.PD., Subsp.G.H(K); dr. Siti Nur Rohmah, Sp.PD., Subsp.G.H(K)
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Hipertensi intradialitik merupakan salah satu komplikasi yang banyak dialami oleh pasien PGTA yang menjalani hemodialisis rutin. Penyakit ini didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang terjadi selama atau segera setelah hemodialisis. Frekuensi hipertensi intradialitik di berbagai tempat juga cukup beragam. IRR 2020 menyatakan bahwa hipertensi intradialitik merupakan penyakit penyulit yang paling banyak terjadi saat hemodialisis (61%). Penyakit ini menyebabkan peningkatan morbiditas, bahkan pasien dapat memiliki risiko mortalitas 18-37% lebih tinggi. Penelitian mengenai penyakit ini masih cukup terbatas dibandingkan penyakit komplikasi hemodialisis lainnya. Dengan diadakannya penelitian ini, tenaga medis dapat mengetahui kejadian hipertensi intradialitik di RSUP Dr. Sardjito sehingga dapat melakukan prevensi atau intervensi kepada pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan karakteristik pasien hipertensi intradialitik yang menjalani hemodialisis rutin di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari data sekunder berupa rekam medis pasien hemodialisis rutin di RSUP Dr. Sardjito pada bulan Juli 2023. Subjek penelitian ini adalah pasien PGTA yang menjalani hemodialisis rutin 2 kali per minggu selama ?3 bulan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 29. Uji Chi Square atau Fisher Exact digunakan untuk menentukan karakteristik pasien hipertensi intradialitik. Hasil analisis termasuk signifikan jika p-value <0>
Hasil: Dari 58 pasien hemodialisis rutin, 32,8?n 13,8% pasien mengalami hipertensi intradialitik berdasarkan definisi menurut peningkatan TDS dan MAP secara berurutan. Penelitian ini menemukan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan hipertensi intradialitik adalah IDWG ?3 kg (hanya jika menggunakan definisi menurut peningkatan TDS, p-value = 0,031) dan penyakit komorbid diabetes melitus (p-value = 0,006 dan 0,040 berdasarkan definisi menurut peningkatan TDS dan MAP secara berurutan).
Kesimpulan: Frekuensi hipertensi intradialitik pada pasien hemodialisis rutin di RSUP Dr. Sardjito adalah 32,8?n 13,8?rdasarkan definisi menurut peningkatan TDS dan MAP secara berurutan. Variabel IDWG ?3 kg dan penyakit komorbid diabetes melitus memengaruhi terjadinya hipertensi intradialitik secara signifikan.
Background: Intradialytic hypertension is a common complication experienced by end-stage renal disease (ESRD) patients undergoing routine hemodialysis. This condition is defined as increased blood pressure that occurs during or immediately after hemodialysis. The frequency of intradialytic hypertension varies considerably across settings. IRR 2020 reports that intradialytic hypertension is the most common complication during hemodialysis (61%). This condition increases morbidity and patients can even have 18-37% higher risk of mortality. Research on this condition is still quite limited compared to other complications of hemodialysis. This study will enable medical personnel to identify the incidence of intradialytic hypertension at Dr. Sardjito General Hospital and thus provide prevention or intervention for patients.
Objective: This study aims to determine the frequency and characteristics of patients with intradialytic hypertension undergoing routine hemodialysis at Dr. Sardjito General Hospital.
Methods: This is an observational study using cross-sectional design with retrospective approach. Data were obtained from secondary data in the form of medical records of patients undergoing routine hemodialysis at Dr. Sardjito General Hospital in July 2023. The subjects were ESRD (end stage renal disease) patients undergoing routine hemodialysis twice a week for ?3 months. Data were analyzed using SPSS version 29. The Chi-Square or Fisher Exact test was used to determine the characteristics of patients with intradialytic hypertension. The analysis was considered significant if p-value was <0>
Results: Of 58 routine hemodialysis patients, 32.8% and 13.8% patients experienced intradialytic hypertension defined by elevated SBP and MAP, respectively. This study found that variables significantly associated with intradialytic hypertension were IDWG ?3 kg (only when using the definition based on elevated SBP, p-value = 0.031) and comorbid diabetes mellitus (p-value = 0.006 and 0.040, using the definition based on elevated SBP and MAP, respectively).
Conclusion: The frequency of intradialytic hypertension in routine hemodialysis patients at Dr. Sardjito General Hospital was 32.8% and 13.8?sed on the definition of increased SBP and MAP, respectively. IDWG ?3 kg and comorbid diabetes mellitus were significantly associated with the occurrence of intradialytic hypertension.
Kata Kunci : hemodialisis, hipertensi intradialitik, penyakit ginjal tahap akhir, PGTA