Pengaruh Perendaman Benih Padi, Jagung, dan Kacang Hijau dengan Bacillus velezensis GMEKP1 terhadap Keragaman Mikrobiota Rizosfer dan Pertumbuhan Tanaman
Masfira, Ir. Jaka Widada, M,P.,Ph.D., Nur Akbar Arrofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D
2025 | Skripsi | MIKROBIOLOGI PERTANIAN
Mutu benih merupakan faktor penentu
keberhasilan pertumbuhan awal dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh Bacillus
velezensis GMEKP1 dalam perbaikan mutu benih
melalui metode biopriming serta menganalisis dampak aplikasinya terhadap
keragaman mikrobiota rizosfer dan pertumbuhan tanaman.
Biopriming yang dilaksanakan yaitu
perendaman benih ke dalam suspensi bakteri. Benih kemudian ditanam pada media zeolit
selama 42 hari. Variabel perlakuan yang diberikan pada tanaman terbagi menjadi (1)
kontrol, (2) benih tanpa bakteri dan pemberian ekstrak tanah, (3) benih dengan
bakteri, serta (4) benih dengan bakteri dan pemberian ekstrak tanah. Dilakukan
pengamatan morfologi dan fisiologi selama rentang waktu tersebut. Setelah masa tanam, akar dipanen untuk
dianalisis secara molekuler dengan metode PCR-RISA. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Bacillus velezensis GMEKP1
meningkatkan daya berkecambah dan vigor benih. Rerata nilai tinggi tanaman, panjang
akar, berat kering akar dan analisis fisiologis tanaman paling baik yaitu pada
perlakuan benih dengan bakteri dan pemberian ekstrak tanah. Sedangkan berat
kering tajuk paling paling baik adalah pada perlakuan benih dengan bakteri. Adapun
visualisasi DNA yang dilakukan menunjukkan adanya keragaman bakteri pada
sampel. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini, yaitu perendaman
benih menggunakan Bacillus velezensis
GMEKP1 mampu meningkatkan viabilitas dan vigor tanaman. serta penggunaan
bakteri pada benih memengaruhi keragaman mikrobiota rizosfer yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman.
Seed quality is a
determining factor for successful early growth and crop production. This study
aims to determine the effect of Bacillus
velezensis GMEKP1 on seed quality improvement through the biopriming method
and to analyze the impact of its application on rhizosphere microbiota
diversity and plant growth. Biopriming was performed by immersing seeds in a
bacterial suspension, followed by cultivation in a zeolite medium for 42 days.
The treatment groups consisted of: (1) control, (2) seeds without bacterial
inoculation with soil extract application, (3) seeds inoculated with bacteria,
and (4) seeds inoculated with bacteria and supplemented with soil extract.
Morphological and physiological parameters were observed throughout the
cultivation period. At the end of the growth period, roots were harvested for
molecular analysis using the PCR-RISA method. The results showed that Bacillus velezensis GMEKP1 enhanced seed
germination rate and vigor. The highest average values of plant height, root
length, root dry weight, and physiological parameters were observed in the
treatment involving seeds inoculated with bacteria and supplemented with soil
extract. Meanwhile, the highest shoot dry weight was found in the treatment
with bacterial inoculation alone. DNA visualization indicated the presence of
bacterial diversity within the samples. The results of this study conclude that
seed soaking with Bacillus velezensis GMEKP1 can enhance plant viability and
vigor. Furthermore, bacterial inoculation of seeds influences the diversity of
rhizosphere microbiota, which in turn affects plant growth.
Kata Kunci : Bacillus velezensis GMEKP1, Benih, Mikrobiota, Pertumbuhan Tanaman, PGPR