Kajian pemanfaatan sumberdaya air Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Kota Bengkulu
KOSASI, Dadang, Dr.Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng
2005 | Tesis | S2 Teknik SipilSumber ketersediaan air Kota Bengkulu salah-satunya dipenuhi oleh Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Upaya pemberian suplai air irigasi dengan adanya potensi air di DDTS belum dimanfaatkan secara optimal. Petani setempat biasanya melakukan musim tanam pada awal bulan Oktober dengan pola tanam Padi-Padi- Palawija. Berdasarkan jadwal musim tanam petani setempat, pelayanan kebutuhan air irigasi tidak dapat terpenuhi secara optimal. Untuk menganalisis potensi ketersediaan air pada DDTS, penelitian ini menggunakan model HEC-HMS yaitu pengalihragaman hujan menjadi aliran, dengan data curah hujan dan debit harian sebagai masukan. Parameter hidrologi pada DDTS diperoleh dengan melakukan kalibrasi model hujan-aliran di DAS Air Bengkulu. Selanjutnya parameter hidrologi hasil kalibrasi itu digunakan sebagai masukan untuk memprediksi inflow di DDTS. Simulasi sistem operasi DDTS menggunakan metode Standard Operating Rule, yaitu untuk mengetahui kinerja DDTS yang hasilnya adalah tingkat reliabilitas pelayanan air irigasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan kebutuhan air irigasi yang dilakukan dengan mengatur alokasi air pada jadwal musim tanam pertengahan bulan Oktober mampu terpenuhi untuk mengairi lahan sawah irigasi seluas 103 ha, dengan tingkat reliabilitas pelayanan 78,79 % dan probabilitas gagal sebesar 21,21 %.
One source of water supply for Bengkulu city is Lake Dendam Tak Sudah (LDTS). The DDTS potency for irrigation purposes has not been examined. Local farmers habitually start the cultivation season in early October with paddy-paddypalawija cropping pattern. Based on the local cropping schedule, it can be identified that irrigation water supply cannot be optimally fulfilled. The HEC-HMS model is used for analyzing DDTS water supply potency by transforming rainfall to runoff using the daily rainfall and catchment characteristics as the inputs. Hydrological parameter of DDTS is obtained by calibrating the rainfall-runoff model at Air Bengkulu watershed. Then, the calibration result is used as inputs to predict DDTS inflow. The optimal DDTS operating rule is determined through a simulation model using the Standard Operating Rule method. The simulation model identifies DDTS performance, with reliability level of irrigation water service as the output. Results of the study show that irrigation water service by optimizing water allocation at cropping schedule in mid October is sufficient for area of 103 ha, with service reliability of 78.79% and failure probability of 21.21%.
Kata Kunci : Irigasi,Suplai Air, Air Danau, Water Demand, Simulation and Reliability.