PERSEBARAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUBARA AREA NORTH PINANG, PT KALTIM PRIMA COAL
Nazaika Kestiyani Cahyaningrum, Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM.; Binurawang Fibriatmodjo, S.T.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Cekungan Kutai merupakan cekungan Tersier terbesar di Indonesia dan berperan sebagai penghasil endapan batubara yang produktif, salah satunya adalah endapan batubara Sangatta. Cekungan Kutai terbentuk akibat proses tektonik kompleks yang menghasilkan pembentukan banyak struktur geologi di dalamnya, salah satunya adalah struktur antiklin Pinang Dome. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran karakteristik geokimia batubara pada area North Pinang, PT Kaltim Prima Coal dan pengaruh Pinang Dome terhadapnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder milik PT Kaltim Prima Coal yang meliputi analisis proksimat, ultimat, oksida utama, dan unsur jejak pada seam A8, K18, K17LR, dan K11. Data sekunder berjumlah 82 sampel batubara hasil pengeboran coring pada 69 titik borehole, dimana setiap titik borehole tidak menembus keempat seam batubara melainkan hanya satu hingga dua seam saja. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis statistik multivariat yang terdiri dari Pearson Correlation Coefficient (PCC), Principal Component Analysis (PCA), dan Hierarchical Clustering Analysis (HCA), serta pemodelan persebaran karakteristik geokimia batubara secara vertikal dan lateral. Persebaran karakteristik geokimia batubara secara vertikal menunjukkan seam batubara yang berumur lebih muda, yaitu seam A8, memiliki kandungan oksida utama Mn3O4, Fe2O3, CaO, MgO, dan SO3 yang tinggi dan berasosiasi dengan mineral karbonat, mengindikasikan terjadinya kenaikan muka air laut saat proses pengendapan atau pembatubaraan. Selain itu, terjadi peningkatan peringkat pada batubara seam K18, K17LR, dan K11 sesuai dengan Hilt’s rule yang menyatakan peningkatan peringkat batubara seiring dengan penambahan kedalaman batubara. Persebaran karakteristik geokimia batubara secara lateral menunjukkan peningkatan peringkat batubara ke arah Pinang Dome yang disebabkan oleh adanya sumber panas dengan densitas batuan yang tinggi. Keberadaan Pinang Dome juga meningkatkan konsentrasi Al2O3 yang berasosiasi dengan mineral aluminosilikat berupa illit/smektit. Dalam penelitian ini, sumber panas pada area Pinang Dome diidentifikasi sebagai intrusi batuan beku yang memengaruhi batubara di sekitarnya.
The Kutai Basin is the largest Tertiary basin in Indonesia and serves as a significant producer of productive coal deposits, one of which is the Sangatta coal deposit. The basin was formed as a result of complex tectonic processes that generated numerous geological structures, including the Pinang Dome anticline. This study aims to identify the distribution of coal geochemical characteristics in the North Pinang area of PT Kaltim Prima Coal and to analyze the influence of the Pinang Dome on these characteristics. The research utilizes secondary data provided by PT Kaltim Prima Coal, including proximate, ultimate, major oxide, and trace element analyses from seams A8, K18, K17LR, and K11. The dataset consists of 82 coal samples obtained from 69 borehole coring points, where each borehole penetrates only one or two coal seams rather than all four. The methods applied in this study include multivariate statistical analyses, namely Pearson Correlation Coefficient (PCC), Principal Component Analysis (PCA), and Hierarchical Clustering Analysis (HCA), as well as modeling of the vertical and lateral distribution of coal geochemical characteristics. The vertical distribution shows that the younger coal seam, A8, contains high concentrations of major oxides such as Mn?O?, Fe?O?, CaO, MgO, and SO?, which are associated with carbonate minerals, indicating a marine transgression during the depositional or coalification process. In addition, an increase in coal rank is observed in seams K18, K17LR, and K11, consistent with Hilt’s rule, which states that coal rank increases with depth. The lateral distribution of geochemical characteristics indicates an increase in coal rank toward the Pinang Dome, attributed to a heat source associated with high rock density. The presence of the Pinang Dome also enhances the concentration of Al?O?, which is associated with aluminosilicate minerals such as illite/smectite. In this study, the heat source in the Pinang Dome area is identified as an igneous intrusion that has influenced the surrounding coal deposits.
Kata Kunci : Pinang Dome, geokimia batubara, statistik multivariat, Cekungan Kutai, Formasi Balikpapan