HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KEKERASAN SEKSUAL DENGAN PENGGUNA NAPZA NARAPIDANA LAKI-LAKI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WIROGUNAN YOGYAKARTA
Flavio Alexsandro Benito, dr Yudha Nurhantari, Ph.D., Sp.F-KSBM;Rusyad Adi Suryanto, S.Sos., M.Hum
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Kekerasan seksual dapat didefinisikan sebagai segala perbuatan kekerasan berdasarkan gender yang mengakibatkan atau dapat mengakibatkan kerugian fisik, seksual, psikologis atau menyebabkan penderitaan pada korbannya. Perilaku kekerasan seksual dengan berbagai penyebabnya merupakan hal yang menjadi perhatian selama beberapa tahun belakangan dikarenakan semakin maraknya kasus kekerasan seksual ini di Indonesia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku kekerasan seksual dengan pengguna NAPZA narapidana laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga bulan Juli 2025 yang menganalisis data sekunder yang berasal dari hasil wawancara yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan pada tahun 2021. Kriteria inklusi berupa narapidana yang bersedia menjadi narasumber dalam wawancara dan kooperatif selama wawancara berlangsung. Kriteria Eksklusi berupa narapidana yang memiliki tingkat agresivitas yang tinggi dan dapat membahayakan tim peneliti dan narapidana dengan penyakit menular.
Hasil: Setelah melakukan pengambilan sampel sesuai kriteria inklusi, didapatkan sampel sebanyak 201 orang. Sampel kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS 26 untuk dilakukan proses analisis data menggunakan uji chi-square dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.005 yang berada dibawah standar signifikansi yang telah ditentukan, menandakan bahwa adanya hubungan yang berarti di antara kedua variabel. Setelah itu nilai pearson chi-square yang didapat digunakan untuk menghitung nilai koefisien phi dan cramer’s v dan didapatkan nilai koefisiensi sebesar ±0.197 yang menandakan adanya hubungan kuat diantara kedua variabel.
Kesimpulan: Terdapat hubungan kuat antara perilaku kekerasan seksual dengan pengguna NAPZA narapidana laki-laki di Lembaga Pemasayarakatan Wirogunan, Yogyakarta.
Background: Sexual violence can be defined as any act of gender-based violence that results in, or is likely to result in, physical, sexual, or psychological harm or suffering to the victim. Sexual violence, with its various causes, has been a growing concern in recent years due to the increasing prevalence of such cases in Indonesia.
Objective: This study aims to determine the relationship between sexual violence behavior and drugs use among male inmates at Wirogunan Correctional Facility in Yogyakarta.
Method: This is a correlational study conducted from October 2023 to July 2025, analyzing secondary data obtained from interviews conducted at Wirogunan Correctional Facility in 2021. Inclusion criteria consisted of inmates who were willing to participate in the interviews and cooperative during the process. Exclusion criteria included inmates with high levels of aggression who could pose a risk to the research team, as well as those with infectious diseases.
Results: After sampling according to the inclusion criteria, a total of 201 participants were obtained. The sample data were processed using SPSS version 26, and a chi?square test was performed. The significance value obtained was 0.005, which is below the predetermined significance threshold, indicating a meaningful relationship between the two variables. The Pearson chi-square value was then used to calculate the phi coefficient and Cramer's V, resulting in a coefficient value of approximately ±0.197, indicating a strong relationship between the two variables.
Conclusion: There is a strong relationship between sexual violence behavior and drug use among male inmates at Wirogunan Correctional Facility, Yogyakarta.
Kata Kunci : Kekerasan seksual, NAPZA, Narapidana, Wirogunan, dan Narkotika