Laporkan Masalah

Deskripsi Tingkat Pengetahuan Petugas Kamar Jenazah RSUP Dr. Sardjito Tentang HIV-AIDS pada Jenazah Tahun 2024

Yesica Septi Andani, dr.Wikan Basworo Sp.FM ; dr.Martiana Suciningtyas Tri Artanti M.Kes, Sp.FM ; dr. Dewanto Yusuf Priyambodo M.Sc, Sp.FM

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

ABSTRAK 

 

Latar Belakang: Berdasarkan data laporan perkembangan Kemenkes mengenai HIV AIDS & PIMS di Indonesia Triwulan I tahun 2022 sebanyak 10.525 orang terinfeksi oleh HIV-AIDS. Pada penelitian serupa pada tahun 2017 didapatkan pengetahuan yang cukup baik pada usia 40-50 mengenai penularan infeksi pada petugas pemulasaran jenazah namun kurang pada usia 20-30 tahun. Tingkat kesadaran petugas akan resiko penularan infeksi di dalam kamar jenazah perlu diperhatikan. Petugas kamar jenazah baik medis maupun non medis memiliki resiko yang sama untuk rentan tertular infeksi HIV-AIDS dikarenakan kamar jenazah menjadi tempat yang berpotensi cukup tinggi untuk menularkan infeksi HIV-AIDS. Maka, sangat penting mengetahui tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah mengenai infeksi tersebut untuk meminimalisir resiko tertular HIV-AIDS.  Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menggali informasi tentang tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah mengenai resiko tinggi dalam menangani jenazah yang terjangkit HIV AIDS.  

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah yang RSUP dr. Sardjito terhadap penularan HIV-AIDS pada jenazah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner berskala Guttman yang telah digunakan sebelumnya untuk penelitian yang serupa dengan sedikit perubahan. Populasi terdiri dari semua komponen yang bertugas dalam kamar jenazah RSUP dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dengan SPSS. 

Hasil: Sebagian besar petugas kamar jenazah RSUP Dr. Sardjito menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS pada jenazah, dengan 97,92% responden berada dalam kategori baik dan hanya 2,08% yang berada dalam kategori cukup. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, maupun lama bekerja (p > 0,05). 

Kesimpulan: Tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah RSUP Dr. Sardjito tentang HIV/AIDS pada jenazah berada dalam kategori baik secara keseluruhan. Faktor sosiodemografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, dan lama bekerja tidak memengaruhi secara signifikan tingkat pengetahuan tersebut. 

 

Background: According to the Ministry of Health’s progress report on HIV/AIDS and Sexually Transmitted Infections (STIs) in Indonesia during the first quarter of 2022, approximately 10,525 people were infected with HIV/AIDS.  Previous research in 2017 found that people aged 40-50 years had a good understanding of infection transmission among mortuary staff, but this knowledge was lacking in individuals aged 20-30 years. The level of staff awareness about the risk of infection transmission in the mortuary needs to be assessed. Mortuary staff, whether medical or non-medical, face the same risk of contracting HIV/AIDS. Therefore, understanding the knowledge level of mortuary staff regarding infection control is essential to reduce the risk of HIV/AIDS transmission. 

Objectives: This study aims to explore information about the level of mortuary staff’s knowledge regarding the high risk involved in handling corpses infected by HIV/AIDS.

Methods: This study is a quantitative descriptive study that aims to describe the level of knowledge of mortuary staff at Dr. Sardjito Central General Hospital (RSUP Dr. Sardjito) regarding HIV/AIDS transmission in corpses. The research instrument used was a Guttman scale questionnaire that had been previously employed in similar studies with minor modifications. The population included all personnel on duty in the mortuary of RSUP Dr. Sardjito. Sampling was conducted using the total sampling technique. The statistical analysis employed was descriptive statistics using SPSS. 

Results: Most of the mortuary staff at RSUP Dr. Sardjito demonstrated a strong understanding of HIV/AIDS in corpses, with 97.92% classified as good and only 2.08% as sufficient category. There was no significant difference in knowledge levels based on age, gender, highest education, occupation, or work duration (p > 0.05). 

Conclusions: Overall, the knowledge level of mortuary staff at RSUP Dr. Sardjito about HIV/AIDS in corpses is in the good category. Sociodemographic factors such as age, gender, education, type of work, or work duration do not significantly influence the level of knowledge.

Kata Kunci : HIV-AIDS, Petugas Kamar Jenazah, Tingkat Pengetahuan

  1. S1-2025-429962-abstract.pdf  
  2. S1-2025-429962-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-429962-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-429962-title.pdf