Karakterisasi Morfologi dan Profil Penanda Molekuler 17 Aksesi Hoya (Hoya spp.) di Ngawen, Gunung Kidul, Yogyakarta
Farradiba Azzahra Kamal, 1. Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.
2025 | Skripsi | AGRONOMI
Keterbatasan deskriptor dan penanda
molekuler spesifik menunjukkan penelitian terkait karakterisasi Hoya
masih jarang dilakukan. Eksplorasi meningkatkan informasi terkait keberagaman genetik dan struktur populasi
yang memberikan peluang untuk melestarikan eksistensi Hoya melalui
berbagai kegiatan konservasi. Berbagai spesies baru Hoya di berbagai
wilayah, seperti di kawasan Asia Tenggara, menjadi salah satu faktor utama
dilakukannya kegiatan eksplorasi. Beberapa tahun terakhir Ngawen, Gunung Kidul
menjadi penyumbang varietas lokal Hoya baru Indonesia. Akan tetapi,
tanaman yang dikoleksi pada tempat tersebut belum diketahui keragamannya dengan
jelas. Maka dari itu, dilakukan kegiatan karakterisasi 17 aksesi Hoya
yang dikoleksi di Ngawen, Gunung Kidul baik secara morfologi dan molekuler
untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatannya. Karakterisasi morfologi
merujuk pada 14 karakter berbeda dari daun dan bunga, sementara karakterisasi
molekuler dilakukan dengan menggunakan penanda molekuler SSR (AKE 4, AKE 6, IPS
10, C268, dan PAP 1520). Hasil menunjukkan tingkat keragaman morfologi dan
molekuler Hoya yang diamati tergolong rendah berdasarkan Indeks Shannon
(0,61) dan nilai heterozigositas (0,12). Hasil AMOVA berdasarkan populasi
karakter gabungan data morfologi dan molekuler menunjukkan keragaman dalam
populasi Hoya lebih tinggi dari pada antar populasi. Hasil analisis
klaster gabungan menunjukkan bahwa sub-klaster A1 terdiri dari aksesi 1, 3–12,
dan Puspa Handayani. Sub-klaster A2 terdiri dari aksesi 2, 15, dan 16. Kemudian
pada klaster B menunjukkan aksesi 13 dan 14.
The
limitations of morphological descriptors and specific molecular markers
indicate that research related to Hoya
characterization remains scarce. Exploration studies enhance information on the
genetic diversity and population structure of Hoya, offering
opportunities to preserve its existence through various conservation efforts.
The discovery of new Hoya species across regions, particularly in
Southeast Asia, is one of the main drivers of exploration activities. In recent
years, Ngawen, Gunung Kidul has become a contributor to Indonesia's local Hoya
varieties. However, the diversity of Hoya plants collected from that
area has not yet been clearly understood. Therefore, a characterization study
was conducted on 17 Hoya accessions collected from Ngawen, Gunung Kidul
using both morphological and molecular approaches to determine their diversity
levels and genetic relationships. Morphological characterization was based on
14 traits from leaves and flowers, while molecular characterization used SSR
markers (AKE 4, AKE 6, IPS 10, C268, and PAP 1520). The results showed that the
morphological and molecular diversity of the observed Hoya accessions
was relatively low, based on the Shannon Index (0.61) and heterozygosity value
(0.12). AMOVA based on combined morphological and molecular population data
revealed that the within-population variation of Hoya was higher than
the between-population variation. The combined cluster analysis showed that
sub-cluster A1 consisted of accessions 1, 3–12, and Puspa Handayani.
Sub-cluster A2 consisted of accessions 2, 15, and 16, while cluster B included
accessions 13 and 14.
Kata Kunci : cross-amplfication SSR, Hoya spp, karakterisasi molekuler, karakterisasi morfologi/ Hoya spp., molecular characterization, morphological characterization, SSR cross-amplification