Hubungan Malnutrisi dan Kejadian Sepsis Terkait Stroke pada Pasien Perdarahan Intraserebral Spontan dengan Perawatan Konservatif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Farih Satria Ramadhan, dr. Mawaddah Ar Rochmah, Ph.D., Sp.N; dr. Lukman Ade Chandra, M.Med., M.Phil.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Malnutrisi merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien stroke. Salah satu jenis stroke yang membutuhkan perawatan medis intensif adalah Perdarahan Intraserebral Spontan (PIS). Pasien PIS yang menjalani perawatan konservatif (non-operatif) biasanya memiliki volume perdarahan kecil sehingga tidak perlu penanganan operatif atau volume perdarahan yang terlalu besar sehingga tidak layak operasi. Dalam konteks PIS, beberapa faktor berkontribusi terhadap kerentanan pasien terhadap malnutrisi adalah gangguan neurologis, respons stres, maupun rawat inap yang berkepanjangan. Malnutrisi akan melemahkan respons imun tubuh, mengganggu mekanisme perbaikan jaringan, dan membahayakan status nutrisi pasien PIS secara keseluruhan. Status nutrisi yang terganggu ini dapat menyebabkan pasien terkena infeksi, dengan sepsis terkait stroke menjadi salah satu komplikasi paling parah dan mengancam jiwa.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara malnutrisi dengan kejadian komplikasi sepsis pada pasien Perdarahan Intraserebral Spontan (PIS) yang menjalani rawat inap dengan perawatan konservatif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada pasien PIS. Data yang digunakan berasal dari register stroke RSUP Dr. Sardjito dari Januari 2020 hingga Desember 2022. Prognostic Nutritional Index (PNI) akan digunakan untuk mengumpulkan data status gizi pasien saat masuk rumah sakit. Pasien dianggap mengalami malnutrisi jika nilai PNI-nya di bawah 38. Pada saat pasien keluar dari rumah sakit, maka akan dicatat terjadi atau tidaknya komplikasi sepsis selama perawatan di rumah sakit. Data tersebut akan dianalisis untuk mengevaluasi hubungan antara status gizi dengan kejadian sepsis pada pasien PIS yang menjalani terapi konservatif. Untuk mengevaluasi hubungan antara malnutrisi dan insiden sepsis, analisis statistik uji chi-square digunakan.
Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara malnutrisi yang dinilai menggunakan Prognostic Nutritional Index (PNI) dengan kejadian sepsis terkait stroke pada pasien dengan Perdarahan Intraserbral Spontan (PIS) yang menjalani pengobatan konservatif (p=0.135).
Kesimpulan: Malnutrisi yang dinilai menggunakan PNI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian sepsis terkait stroke pada pasien PIS yang menjalani pengobatan konservatif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode Januari 2020 hingga Desember 2022.
Kata kunci: malnutrisi, sepsis, stroke, perdarahan intraserebral spontan, perawatan konservatif.
Background: Malnutrition is a common problem in stroke patients. One type of stroke that requires intensive medical care is Spontaneous Intracerebral Hemorrhage (ICH). ICH patients undergoing conservative (non-operative) treatment typically have small bleeding volumes that do not require operative treatment or excessive bleeding volumes that make surgery unfeasible. In the context of ICH, several factors contribute to patient susceptibility to malnutrition, including neurological disorders, stress responses, and prolonged hospitalization. Malnutrition weakens the body's immune response, disrupts tissue repair mechanisms, and compromises the overall nutritional status of ICH patients. This compromised nutritional status can predispose patients to infections, with stroke-related sepsis being one of the most severe and life-threatening complications.
Objective: This study aims to determine the relationship between malnutrition and the incidence of sepsis complications in Spontaneous Intracerebral Hemorrhage (ICH) patients hospitalized with conservative treatment at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Methods: This study used a cross-sectional design in ICH patients. The data used comes from the stroke registry at RSUP Dr. Sardjito from January 2020 to December 2022. The Prognostic Nutritional Index (PNI) will be used to collect data on patients' nutritional status upon admission. Patients are considered malnourished if their PNI is below 38. Upon discharge, the occurrence of sepsis complications during their hospitalization will be recorded. This data will be analyzed to evaluate the relationship between nutritional status and the incidence of sepsis in ICH patients undergoing conservative therapy. A chi-square test was used to evaluate the relationship between malnutrition and sepsis incidence.
Results: There was no statistically significant association between malnutrition, as assessed using the Prognostic Nutritional Index (PNI), and the incidence of stroke-related sepsis in patients with Spontaneous Intracerebral Hemorrhage (ICH) undergoing conservative treatment (p=0.135).
Conclusion: Malnutrition, as assessed using the PNI, did not show a statistically significant association with the incidence of stroke-related sepsis in ICH patients undergoing conservative treatment at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta from January 2020 to December 2022.
Keywords: malnutrition, sepsis, stroke, spontaneous intracerebral hemorrhage, conservative treatment.
Kata Kunci : malnutrisi, sepsis, stroke, perdarahan intraserebral spontan, perawatan konservatif.