Laporkan Masalah

Pandangan Perempuan Sunda terhadap Laki-Laki Jawa Atas Perspektif, Frame, dan Prototipe: Kajian Linguistik Kognitif

Raden Verdhyka Boedhy Arielga G, Dr. Sailal Arimi, M.Hum.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Larangan nikah Suku Jawa dan Suku Sunda menjadi mitos yang kental beredar di masyarakat. Namun, ditemukan sejumlah pasangan yang melakukan pernikahan campuran adat Suku Sunda dan Suku Jawa. Mitos ini menjadi pertimbangan perempuan Sunda yang masih lajang terkait pemilihan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif, frame, dan prototipe yang dibentuk oleh perempuan Sunda terhadap laki-laki Jawa melalui kajian linguistik kognitif. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang melibatkan 125 responden, sehingga ditemukan asosiasi bahwa perempuan Sunda memandang laki-laki Jawa sebagai sosok yang tenang, lembut, bijaksana, serta bekerja keras dan bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai budaya dan sejarah, seperti mitos larangan pernikahan antarsuku turut memengaruhi cara pandang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif yang dibentuk oleh perempuan Sunda terhadap laki-laki Jawa terdiri dari empat asosiasi, yaitu asosiasi kepribadian, budaya dan adat, asosiasi sosial, dan asosiasi fisik. Berdasarkan teori frame yang dibentuk terhadap laki-laki Jawa terdiri dari delapan kategori, yaitu bertanggung jawab dalam membina keluarga, mengutamakan keluarga, setia kepada pasangan, tegas terhadap keputusan, tradisional terhadap nilai-nilai keluarga, kaku terhadap budaya dan aturan, fleksibel dan mudah beradaptasi dalam lingkungan sosial, dan kebiasaan laki-laki Jawa dibandingkan dengan suku bangsa lain. Berdasarkan teori prototipe yang dibentuk terhadap laki-laki Jawa terdiri dari dua kategori, yaitu prototipe laki-laki Jawa ideal, dan prototipe tokoh atau figur laki-laki Jawa ideal. Proses pembentukan secara kognitif tidak hanya didasarkan dengan ekspresi kebahasaan semata, melainkan berlapis dan dipengaruhi oleh pengalaman sosial serta interaksi lintas budaya.

The prohibition myth regarding marriage between Javanese and Sundanese ethnic groups is a long-standing cultural narrative that remains prevalent in society. Nevertheless, instances of interethnic marriages between Sundanese and Javanese individuals continue to emerge. This myth becomes a significant consideration among unmarried Sundanese women in selecting a life partner. This study aims to identify the perspectives, frames, and prototypes constructed by Sundanese women toward Javanese men through the lens of cognitive linguistics. The research employed a questionnaire involving 125 respondents, through which it was found that Sundanese women generally perceive Javanese men as calm, gentle, wise, hardworking, and responsible individuals. Furthermore, cultural and historical elements, such as the myth of interethnic marriage prohibition, influence this perception. The findings reveal that the perspectives formed by Sundanese women comprise four types of associations: personality traits, cultural and customary values, social roles, and physical or symbolic attributes. From the frame-based approach, eight conceptual frames were identified: being responsible in family life, prioritizing familial values, remaining loyal to one’s partner, being firm in decision-making, adhering to traditional family norms, being rigid toward cultural rules, showing adaptability in social settings, and behavioral comparisons with men from other ethnic groups. Meanwhile, based on the prototype approach, two major categories were established: the prototype of the ideal Javanese man and the prototype of iconic or representative Javanese male figures. The cognitive construction process is not solely grounded in linguistic expression, but is also multilayered and shaped by social experience and intercultural interaction.

Kata Kunci : Perspektif, Frame, Prototipe, Laki-Laki Jawa, Perempuan Sunda.

  1. S1-2025-482631-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482631-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482631-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482631-title.pdf