Laporkan Masalah

Evaluasi program kali bersih pada sungai Code di daerah kotamadya Yogyakarta

Eva Theresia Hertanti, Drs. Suyono, M.S.

1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sungai Code, di Daerah Kotamadya Yogyalcarta yang menjadi daerah penelitian mempalcan sungai yang bcmyak dimanfaatkan oleh penduduk Yogyakarta, khususnya penduduk yang bermukim di pinggiran sungai. Pemanfaatan air Sungai Code, sebelah Selatan bahcm baku golongan C dan Sebelah Utara bahan baku golongan B. Selain pemanfaatan tersebut, air sungai dijadikan tempat pembuangan akhir limbah industri dan pencluduk, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Daerah Kotamadya Yogyalcarta ber-usaha untuk melestarikannya dengan usaha Program Kali Bersih. Usaha tersebut bertujuan untuk mencegah kualitas air Sungai Code menurun akibat pembuangan limbah industri dan limbah penduduk sekitar. Namun program tersebut mengalcuni hambatan-hambatan, baik dari perusahaan yang membucmg limbahnya ke Sungai Code dan kekmbagaan tersebut. Sasaran penelitian adalah mengevaluasi kerberhasilan program tersebut clengan mengetahui kondisi sumber pencemar, kondisi pembuangan limbah serta hambatan-hambatan. Kemudian dibuat klas-klas kualitas air sungai, air limbah dan klasifikasi keberhasilan Program Kali Bersih. Penyusunan klas kualitas air sungai dan air hmbah berdasarkan unsur-unsur fisik dan kirnia dari hasil penelitian laboratorium dengan membandingkan bak-u mutu lingkungan, dan klas klasifikasi keberhasilan PROKASIH berdasarkan penurunan kadar kosentrasi dan bebcrn pencemaran periose 199211993 hingga 199411995. Metode Peneliticm adalah metode survei (Pragmatic Survey). Cara dan tehnik penelitian Icarakteristik dan sampel air sungai dengan stratified purposive random sampling; standar kualitas air dan baku mutu lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian unsur fisik dan kimia air, pabrik penyamalcan kulit dan pabrik tempe harus diperhatikcm, karena jenis inclustri tersebut mengandung banyak unsur fisika dan kimia yang tinggi. Berdasarkan bahan baku golongan B, semua titik sampel dalam klas sedang dengan arti masih dapat diolah sebagai bahan baku air minum tetapi tidak dapat digunakan langsung sebagai air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu. Meskipun telah ada PROKASIH, tidak semua titik sampel menunjukkan penurunan kadar kosentrasi dan beban pencemarcm, dikarenakan beragamnya jenis industri dcrn bertambah padatnya pemukiman di pinggir Sungai Code dan tidak terjadi pemurnian kembali ya?g sempurna. Hambatan-hambatcm program PROKASIH adalah dari segi biaya dan ekonomi bagi keperluan pembangunan IPAL, kurangnya tenaga pemantauan dari Tim PROKASIH, sehingga tidak dapat secara rutinitas pengawasan pembuangan limbah di Sungai Code, uns-ur-unsur yang dipantau hanya unsur utama saja dan kurangnya kesadaran bagi penducluk sekitar Sungai Code dalam kelestaricm lingkungan.

-

Kata Kunci : Program Kali bersih,Sungai Code,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1997-Eva_Thersia_Hertianti-abstract.PDF  
  2. S1-1997-Eva_Thersia_Hertianti-bibliography.PDF  
  3. S1-1997-Eva_Thersia_Hertianti-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1997-Eva_Thersia_Hertianti-title.PDF