Sumbangan pendapatan luar usaha tani terhadap pendapatan rumah tangga petani didesa Purwobinangun kecamatan Pakem kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Fitri Mahmudah, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANAktivitas usaha tani sering memberikan pendapatan yang kurang mencukupi bagi rumah tangga petani. Hal ini mendorong anggota rumah tangga petani bekerja di luar usaha tani untuk memperoleh tambahan pendapatan. Berkaitan dengan hal tersebut, dilakukan penelitian dengan judul `Sumbangan Pendapatan Luar Usaha Tani Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istirnewa Yogyakarta'. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Aktivitas/pekerjaan luar usaha tani yang dilakukan anguota rumah tangga petani di daerah penelitian, 2) Kontribusi pendapatan luar usaha tani terhadap pendapatan total rumah tangga, 3) Hubungan antara faktor sosial ekonomi khususnya jumlah anggota rumah tangga yang bekerja di luar usaha tani, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, besar modal dan luas penguasaan lahan dengan pendapatan luar usaha tani. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan mernilih tiga dusun dengan pertimbangan persebaran wilayah dan jarak dengan pusat kegiatan ekonomi. Responden adalah rumah tangga petani yang memiliki anggota rumah tangga bekerja di luar usaha tani. Responden ditentukan sejumlah 90 rumah tangga yang diambil secara `proportional random sampling'. Analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi, tabel silang, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan luar usaha tani yang dilakukan anggota rumah tangga petani cukup bervariasi, yaitu buruh tani, karyawan, pedagang, tukang/penggergaji bermesin, penambang pasir/batu, pengusaha angkutan dan pengusaha industri rumah tangga. Kontribusi pendapatan luar usaha tani terhadap pendapatan total rumah tangga petani lebih besar daripada pendapatan usaha tani, yaitu 65,01 % untuk luas penguasaan lahan kurang dari 2500 m2, 54,47 % untuk luas penguasaan lahan antara 2500 — 5000 m2, dan 55,72 % untuk luas penguasaan lahan lebih dari 5000 m2, dengan rata-rata 58,77 %. Hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan pehdapatan luar usaha tani, luas penguasaan lahan mempunyai hubungan negatif dengan pendapatan luar usaha tani. Semakin semakin sempit penguasaan lahan, semakin besar pendapatan luar usaha tani. Tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga yang bekerja di luar usaha tani dan besar modal mempunyai hubungan positif dengan pendapatan luar usaha tani. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin banyak anggota rumah tangga yang bekerja di luar usaha tani dan semakin besar modal yang digunakan, semakin besar pula pendapatan luar usaha tani yang diperoleh.
Kata Kunci : Usaha Tani,Pendapatan,rumah tangga,petani,Pakem,Sleman,DIY