Laporkan Masalah

Penerapan Asas Keseimbangan dan Penyelesaian Wanprestasi dalam Jual Beli Barang Impor dengan Sistem Pre-Order (Studi Kasus GO Latte Mart dan GO Kiwippang)

Ilmina Jihan Zafira, Dr. Ninik Darmini, S.H., M.Hum.

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas keseimbangan dalam jual beli barang impor dengan sistem pre-order di GO Latte Mart dan GO Kiwippang, serta bertujuan untuk menganalisis penyelesaian wanprestasi dalam jual beli barang impor dengan sistem pre-order di GO Kiwippang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan konseptual. Jenis data yang digunakan berupa data primer yang berasal dari penelitian lapangan dan data sekunder yang berasal dari penelitian kepustakaan. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling dengan menentukan kriteria tertentu untuk mewakili populasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GO Latte Mart, asas keseimbangan tidak diterapkan dalam aspek perbuatan para pihak karena terdapat cacat kehendak berupa penipuan oleh penjual sehingga asas keseimbangan pun tidak diterapkan dalam aspek isi dari kontrak dan aspek pelaksanaan kontrak. Pada GO Kiwippang, asas keseimbangan telah diterapkan dalam aspek perbuatan para pihak, tidak diterapkan dalam aspek isi dari kontrak karena perjanjian hanya memuat kewajiban pembeli, dan tidak diterapkan dalam aspek pelaksanaan kontrak karena pembeli wanprestasi dengan melakukan pembatalan pembelian secara sepihak (hit and run). Penyelesaian wanprestasi di GO Kiwippang yaitu dengan menjual barang pesanan pembeli yang hit and run tersebut kepada pembeli lain seharga jumlah pelunasan yang belum dibayarkan oleh pembeli yang hit and run. Hal ini karena harga tersebut sudah menutup biaya yang dikeluarkan penjual dalam pengadaan barang dan harga yang murah membuat barang tersebut cepat terjual sehingga perputaran uang berjalan sebagaimana mestinya.

This study aims to analyze the implementation of the balance principle in the sale and purchase of imported goods with a pre-order system at GO Latte Mart and GO Kiwippang, as well as to analyze the settlement of the breach in the sale and purchase of imported goods using the pre-order system at GO Kiwippang.

This study uses descriptive-analytical normative-empirical research type with a conceptual approach. The type of data used is primary data derived from field research and secondary data derived from library research. The sampling technique is purposive sampling by determining certain criteria to represent the population. Data analysis is carried out qualitatively by drawing conclusions inductively.

This study shows that in GO Latte Mart, the principle of balance was not applied in terms of the actions of the parties because there was a defect of will in the form of fraud by the seller, so that the principle of balance was also not applied in terms of the content of the contract and the implementation of the contract. In GO Kiwippang, the principle of balance was applied in terms of the actions of the parties, but not applied in terms of the content of the contract because the agreement only contained the obligations of the buyer, and not applied in terms of the implementation of the contract because the buyer defaulted by unilaterally canceling the purchase (hit and run). The settlement of the breach at GO Kiwippang is to sell the goods ordered by the hit-and-run buyer to another buyer at a price equal to the amount unpaid by the hit-and-run buyer. This is because the price covers the seller's costs in procuring the goods, and the low price means that the goods sell quickly, allowing money to circulate as it should.

Kata Kunci : Asas Keseimbangan, Wanprestasi, Barang Impor

  1. S1-2025-479146-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479146-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479146-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479146-title.pdf