Laporkan Masalah

STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH DAN HUTAN AKASIA PADA AREAL HPHTI PT. RAPP RIAU

Joko Prawoto, Dr.Ir. Djuwantoko, M.Sc.

2002 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pembukaan hutan alam menjadi hutan tanaman industri merupakan salah satu contoh perubahan habitat. Habitat dengan struktur vegetasi yang kompleks berubah menjadi habitat dengan struktur vegetasi yang sangat sederhana. Perubahan ini memberikan dampak bagi kehidupan satwa burung didalamnya yang memanfaatkan hutan sebagai tempat untuk melakukan fungsi hidupnya. Keanekaragaman jenis burung diketahui dengan cara menghitung indeks keanekaragaman jenis burung dengan menggunakan ramus indeks keanekaragaman Shannon. Untuk mengetahui densitas jenis burung digunakan metode point count dari Bibby. Sedangkan untuk mengetahui pemanfaatan strata tajuk oleh burung dilakukan dengan cara pengamatan langsung posisi burung. Habitat Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah memiliki keanekaragaman jenis burung sebanyak 85 jenis burung, hutan akasia umur 0 - 2 tahun memiliki 28 jenis burung, dan hutan akasia umur 3 - 6 tahun memiliki 54 jenis burung. Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah memiliki densitas rata-rata 0,99 individu/ha, hutan akasia umur 0 — 2 tahun memiliki densitas rata-rata 1,02 individu/ha, sedangkan hutan akasia umur 3 - 6 tahun memiliki densitas rata-rata 1,58 individu/ha. Strata tajuk di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah dimanfaatkan secara merata daripada strata tajuk di hutan akasia umur 0 - 2 tahun dan hutan akasia umur 3 - 6 tahun, meskipun dari persentase masing-masing lokasi strata tajuk bawah yang paling banyak dimanfaatkan oleh burung.

Kata Kunci : keanekaragaman, densitas, burung

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf