Peran Pemangku Kepentingan dalam Memperkuat Citra Kampung Wisata Cagar Budaya di Kotagede Yogyakarta
Alfariz Haidar Usman, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Dikenal sebagai kota pariwisata dan kota budaya, Kota Yogyakarta menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki berbagai warisan sejarah yang bida menjadi daya tarik wisatawan untuk dikunjungi dan dipelajari nilai sejarahnya. Untuk mendukung Kota Yogyakarta sebagai kota yang berbasis pariwisata dan budaya diperlukan adanya upaya dan peran dari pemangku kepentingan terkait terutama dalam melestarikan warisan budaya diantaranya adalah cagar budaya sebagai daya tarik wisata. Dengan dirintisnya kampung-kampung wisata disetiap kelurahan, potensi cagar budaya yang ada bisa dikelola oleh pemangku kepentingan terkait menjadi potensi daya tarik wisata yang menarik.
Kotagede dikenal dengan sejarahnya karena memiliki banyak peninggalan warisan sejarah diantaranya berbagai cagar budaya peninggalan dari Kerajaan Mataram Islam. Dengan berbagai peninggalan cagar budaya tersebut, menjadi potensi untuk dikembangan sebagai destinasi wisata. Dalam upaya tersebut, diperlukan peran dari berbagai pemangku kepentingan terutama masyarakat Kotagede melalui kampung-kampung wisata agar dapat mempertahankan serta memperkuat citra Kotagede sebagai kampung wisata cagar budaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan unit amatannya meliputi cagar budaya yang ada di Kotagede. Dalam pengambilan data, dilakukan dengan wawancara terhadap narasumber terkait, observasi, serta dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini bahwa masyarakat sebagai bagian dari pemangku kepentingan memiliki peranan penting dalam upaya mempertahankan dan memperkuat citra kampung wisata cagar budaya di Kotagede. Meskipun peran masyarakat sangat penting, namun kerjasama antar pemangku kepentingan terkait diperlukan dalam mengatasi berbagai faktor yang menjadi tantangan. Kampung wisata cagar budaya di Kotagede sangat berpotensi untuk terus dikembangkan dengan peran dari pemangku kepentingan terkait dalam mengelolanya.
As a tourism and cultural city, Yogyakarta is one of the provinces in Indonesia that has various historical heritages which can become attractions for tourists to visit and study their historical values. To support Yogyakarta City as a tourism and culture-based city, efforts and roles from related stakeholders are required, especially in preserving cultural heritage, including cultural heritage sites as tourist attractions. With the establishment of tourist villages in each sub-district, the potential of existing cultural heritage sites can be managed by the relevant stakeholders into attractive tourism potentials.
Kotagede is known for its history as it has many historical heritage sites, including various cultural heritage relics from the Mataram Islamic Kingdom. These cultural heritage relics have the potential to be developed as tourism destinations. In this effort, the role of various stakeholders, especially the people of Kotagede through tourist villages, is needed to maintain and strengthen Kotagede’s image as a cultural heritage tourist village. This study was conducted using a qualitative descriptive method, with units of analysis including the cultural heritage sites in Kotagede. Data collection was done through interviews with related informants, observation, and documentation.
The results of this study show that the community, as part of the stakeholders, plays an important role in efforts to maintain and strengthen the image of the cultural heritage tourist village in Kotagede. Although the role of the community is very important, cooperation among related stakeholders is needed to overcome various challenging factors. The cultural heritage tourist village in Kotagede has great potential for continuous development with the involvement of related stakeholders in its management.
Kata Kunci : Cagar Budaya, Citra, Kampung Wisata, Masyarakat, Pemangku Kepentingan