KONTRIBUSI LAHAN PEKARANGAN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN HUTAN
M. Toha Maimun, Ir. Djuwadi, MS.
2002 | Skripsi | S1 KEHUTANANPekarangan merupakan salah satu bentuk sistem agroforestry yang ada di Indonesia. Sebagai satu bentuk sistem agroforestry, pekarangan memberikan sumbangan pendapatan yang tidak sedikit. Namun pada kenyataannya, pemanfaatan pekarangan belum dilakukan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan di Desa Gambiran, Kee. Pamotan, Kab. Rembang pada bulan April sampai Mei 2002 dengan tujuan mengetahui struktur vegetasi pekarangan dan pendapatan yang dihasilkan dari pekarangan serta kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pekarangan baik secara finansial, sosial dan lingkungan sehingga ada upaya - upaya dari masyarakat untuk lebih serius dalam mengelola dan mendayagunakan pekarangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu analisis vegetasi, analisis pendapatan dan analisis statistik. Analisis vegetasi digunakan untuk mengetahui struktur vegetasi dan komposisinya yang terdiri dari frekwensi, kerapatan dan dominansi. Dengan analsis ini dapat diketahui spesies yang paling berpengaruh terhadap struktur vegetasi pekarangan. Analisis pendapatan digunakan untuk mengetahui besar pendapatan yang dihasilkan dari pekarangan yang terdiri dari kayu perkakas, kayu bakar dan buah - buahan. Analisis statistik digunakan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan yang dihasilkan dari pekarangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur vegetasi yang ada di pekarangan Desa Gambiran didominasi oleh stratum C, sedangkan stratum A dan B tidak ditemukan. Spesies yang mendominasi sebagai penghasil kayu perkakas dan kayu bakar adalah kelapa dengan nilai INP 37,080, sebagai penghasil buah adalah pisang dengan INP 91,950 dan sebagai penghasil pangan adalah cabe dengan INP 83,706. Pendapatan yang dihasilkan dari pekarangan Desa Gambiran adalah Rp 34.757.196,209,-/ha/th dengan rincian Rp 412.858,261,-/ha/th atau 1,188 % dari tanaman kayu perkakas dan kayu bakar, Rp 373.801,917,-/ha/th atau 1,075 % dari tanaman pangan dan Rp 33.970.536,030,-/ha/th atau 97,737 % dari tanaman buah. Sedangkan kontribusi pekarangan terhadap pendapatan total penduduk Desa Gambiran adalah Rp 34.757.196,209,-/ha/th atau 17,293 %. Faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan pekarangan adalah luas lahan pekarangan, pendapatan dari kayu perkakas dan kayu bakar, pendapatan dari tanaman buah dan pendapatan dari tanaman pangan.
Kata Kunci : Kontribusi, Pandapatan, Pekarangan