Laporkan Masalah

STUDI PENGORGANISASIAN DAN KETENAGAKERJAAN PENGELOLA TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA

Suryani Garjitowati , Ir. H. Djoko Suharno Radite, M.S.; Dr. Ir. Chafid Fandeli

2002 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Isu perkembangan ekowisata mendorong pengelola Taman nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) untuk mengembangkan ekowisata dengan berpedoman pada konsep ekowisata. Hal iru dilakukan dengan tujuan mengoptimalkan fungsi TNGP bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Keberhasilan ekowisata di TNGP, tidak terlepas dari sumber claya manusia yang ada sebagai pengelola. Dalam Hal ini, sistem pengorganisasian dan ketenagakerjaan yang diterpkan pada pengelola TNGP memegang peranan penting dalam mewujudkan keberhasilan ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penelitian ini bertujrian untuk mengetahui sistem pengorganisasian antara lain, tujuan, departemenisasi, pembagian kerja, koordinasi, pelimpahan wewenang, rentangan kontrol, clan jenjang organisasi serta sistem ketenagakerjaan antara lain, pengaclaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja, mutasi clan kompensasi. Untuk memenuhi tujuan tersebut digunakan analisis deskriptif kuaiitatif, dengan teknik pengw.nbilan data berupa wawancara semi stroktural, observasi lapangan, kuisioner, dan studi pustaka. Berclasarkan hasil penelitian, diketahui dalam tujuan TNGP terclapat konsep ekowisata, hanya saja clalam pengembangannya, belum dituangkan dalam suatu rencana secara khusus. Tujuan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan dengan berpedoman pada Rencana Pengelolaan Taman Nasional. Departemenisasi dan pembagian kerja yang dijalankan selain berdasarkan fungsi juga berdasarkan wilayah kerja. Koordinasi yang terclapat di TNGP terdiri clari berbagai macam bentuk, tetapi bagi petugas TNGP lapangan ha1 tersebut dirasakan kurang. Pdimpahan wewenang yang digunakan merupakan gabungan antara wewenang fungsional dan wewenang staf, dengan jenjang pengawasan untuk satuan utama 1:3-8, dan untuk satuan lanjutan 1:19-21. Terdapat 4 (empat) tingkatan organisasi, dimana jumlah tingakatan organisasi ini menyulitkan petugas lapangan disebabkan birokrasi yang terlalu panjang. Si????1em pengadaan tenaga kerja dan diklat memegang peranan penting karena berhubungan dengan kualitas sumber claya manusia, tetapi acla beberapa kelemahan karena kedua sistem · tersebut dilakukan terpusat oleh Dephut. Untuk mengatasi kelemahan ini dilakukan kerjasama kemitraan dengan beberapa instansi. Jviutasi bagi pegawai teriri dari mutasi horizontal, vertikal dan diagonal. Sedangkan kompensasi yang diberikan berupa kompensasi langsung maupun tak langsung.

Kata Kunci : Pengorganisasian, ketenagakerjaan, ekowisata

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf