Pemaknaan Fear of Intimacy Pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua
Hana Gita Melinda, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Perceraian orang tua tidak hanya berdampak pada putusnya hubungan pernikahan, tetapi juga memengaruhi cara anak dalam mempersepsi makna sebuah hubungan. Penelitian ini mengeksplorasi tentang pemaknaan fear of intimacy dalam membentuk hubungan pada individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data dilakukan melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini melibatkan tiga partisipan berusia antara 20 - 30 tahun, memiliki pengalaman perceraian orang tua, mengalami fear of intimacy, dan pernah atau sedang menjalin hubungan romantis. Hasil penelitian ini menemukan tiga tema utama, yaitu: (1) luka masa lalu yang membentuk persepsi intimasi (2) kecenderungan menutup diri dan kontrol kedekatan sebagai mekanisme proteksi diri dari kemungkinan terluka, serta (3) ambivalensi dalam hubungan, yakni adanya keinginan untuk dekat tetapi disertai perasaan takut dan khawatir. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman relasional yang menyakitkan di masa kanak-kanak dapat membentuk pola keterikatan emosional yang kompleks di masa dewasa. Oleh karena itu, dukungan psikologis yang berfokus pada pemulihan luka relasional menjadi penting dalam membantu individu membangun hubungan yang lebih sehat secara emosional
Parental divorce does more than just affect the breakup of a marriage relationship. But it also affects the way the child perceives the meaning of a relationship. This study explores the experience of fear of intimacy in forming relationships with early adult individuals who experience parental divorce. The method used is qualitative with a phenomenon approach. Data analysis is done through interpretive phenomenological analysis (IPA). The study involved three participants aged between 20 and 30 years who had experienced parental divorce, experiencing fear of intimacy, and have been or are currently in a romantic relationship. The results of the study conducted on three participants revealed three main themes: (1) emotional wounds generated from painful experiences of the past (2) a tendency to withdraw and control emotional closeness as a self-protective mechanism against the possibility of being hurt, and (3) and an ambivalence in relationships, reflecting a desire for closeness but there is overshadowed by feelings of fear and anxiety. These findings suggest that painful relational experiences in childhood can shape complex patterns of emotional attachment in adulthood. Therefore, psychological acceptance and support focusing on the healing of relational wounds are essential in helping individuals build more emotionally meaningful relationships.
Kata Kunci : dewasa awal, fear of intimacy, perceraian orang tua