Laporkan Masalah

PENGARUH KETEBALAN PAPAN DAN KONSENTRASI BAHAN PENGAWET TERHADAP KECEPATAN PENGERINGAN PAPAN Gmelina arborea Roxb.

Surya Adi Pradana, 1. Ir. Tomy Listyanto, S.Hut.. M. Env. Sc, Ph.D, 2. Ir. Rini Pujiarti, S.Hut., M.Agr., Ph.D.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Kayu jati putih (Gmelina arborea Roxb.) merupakan salah satu jenis kayu cepat tumbuh dan memiliki kualitas yang yang rendah, kayu ini umumnya ditanam oleh masyarakat di lahan-lahan milik masyarakat karena banyak yang menganggap teksturnya hampir sama dengan jati lokal (Tectona grandis). Kayu jati putih dapat menghasilkan berbagai macam produk kerajinan seperti kayu lapis, korek api, peti kemas dan bahan kerajinan kayu lainnya. Kayu Gmelina memilik berat jenis 0,45-0,6 dengan kelas kuat II-IV. Sebagai bahan baku kayu industri, kayu Gmelina banyak digunakan sebagai pulp, plywood, bahan konstruksi ringan, asesoris interior, perabot rumah tangga, dan kerajinan. Namun demikian, kayu Gmelina memiliki keawetan kayu yang rendah, yaitu kelas IV-V. faktor yang diamati pada penelitian ini berupa ketebalan papan serta konsentrasi bahan pengawet. Ketebalan papan dengan variasi 2cm, 4 cm, dan 6 cm dengan panjang 50 cm dan lebar 12 cm. Sampel direndam ke bak dengan variasi konsentrasi bahan pengawet sebesar 0,5%, 1%, dan 1,5% selama 3 hari. Setelah direndam lalu dikeringkan dengan tanur pengerimg hingga berat konstan. Parameter yang diamati berupa lama laju pengeringan, penyusutan volume kayu, cacat retak serta cacat bentuk. Analisis menggunakan SPSS untuk mengetahui pengaruh ketebalan dan konsentrasi pengawet terhadap kecepatan pengeringan. Uji lanjut untuk mengetahui perbedaan tersebut menggunakan uji lanjut HSD Tukey. Dari Hasil penelitian menunjukkan lama laju pengeringan kayu tercepat pada ketebalan 2 cm dengan konsentrasi 1,5%. Sedangkan lama laju pengeringan kayu paling lama pada ketebalan 6 cm dengan konsentrasi 0,5%. Pada hasil penyusutan volume kayu terbesar pada ketebalan 2 cm dengan konsentrasi 1 %. Sedangkan penyusutan volume terkecil pada ketebalan 4 cm dengan konsentrasi 1,5%. Pada panjang retak permukaan terpanjang pada ketebalan 4 cm dengan konsentrasi 1%. Sedangkan retak permukaan terpendek pada ketebalan 2 cm dengan konsentrasi 1,5%

Gmelina wood (Gmelina arborea Roxb.) is one type of fast-growing wood and has low quality, this wood is generally planted by the community on land owned by the community because many consider its texture to be almost the same as local teak (Tectona grandis). White teak wood can produce various kinds of craft products such as plywood, matches, containers and other wooden craft materials. Gmelina wood has a specific gravity of 0.45-0.6 with a strength of II-IV. As a raw material for industrial wood, Gmelina wood is widely used as pulp, plywood, light construction materials, interior accessories, household furniture, and crafts. However, Gmelina wood has low wood durability, namely class IV-V. The factors observed in this study were board thickness and preservative concentration. Board thickness with variations of 2cm, 4 cm, and 6 cm with a length of 50 cm and a width of 12 cm. The samples were soaked in a tub with variations in preservative concentration of 0.5%, 1% and 1.5% for 3 days. After being soaked, it is then dried in a drying kiln until the weight is constant. The parameters observed are the drying rate, wood volume shrinkage, crack defects and shape defects. Analysis using SPSS to determine the effect of thickness and preservative concentration on drying speed. Further testing to determine the difference uses the Tukey HSD advanced test. The research results, show that the fastest wood drying rate is at a thickness of 2 cm with a concentration of 1.5%. While the longest wood drying rate is at a thickness of 6 cm with a concentration of 0.5%. The results of the largest wood volume shrinkage are at a thickness of 2 cm with a concentration of 1%. While the smallest volume shrinkage is at a thickness of 4 cm with a concentration of 1.5%. The longest surface crack length is at a thickness of 4 cm with a concentration of 1%. While the shortest surface crack is at a thickness of 2 cm with a concentration of 1.5% 

Kata Kunci : Kata Kunci: pengawetan, pengeringan, papan, gmelina / Keywords: preservation, drying, board, gmelina

  1. S1-2025-427467-abstract.pdf  
  2. S1-2025-427467-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-427467-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-427467-title.pdf