Laporkan Masalah

Dampak Perubahan Iklim pada Penghidupan Masyarakat Pedesaan: Sebuah Catatan Empiris Masyarakat Petani Gula Kelapa (Penderes) di Kabupaten Banyumas

Bijak Anugrah, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini mengkaji ketidakadilan perubahan iklim terhadap penghidupan masyarakat pedesaan dengan studi kasus pada komunitas petani gula kelapa (penderes) di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Berangkat dari kerangka ekologi politik dan teori keadilan iklim serta pendekatan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood), penelitian ini berupaya memahami bagaimana ketimpangan sosial-ekonomi global dan nasional berkontribusi terhadap perubahan iklim serta dampaknya secara tidak adil terhadap kelompok rentan, khususnya petani penderes. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderes mengalami berbagai bentuk kerentanan, seperti penurunan produksi akibat cuaca ekstrem, keterbatasan akses terhadap teknologi adaptif, dan lemahnya perlindungan sosial dari negara. Ketimpangan struktural dalam produksi dan distribusi dampak perubahan iklim memperburuk kondisi penghidupan mereka, baik dalam aspek modal alam, manusia, sosial, fisik, maupun finansial. Penelitian ini menegaskan bahwa penderes tidak hanya menjadi korban ekologis, tetapi juga korban dari kebijakan pembangunan yang tidak adil secara struktural dan historis. Oleh karena itu, perlu adanya reorientasi kebijakan iklim yang adil dan kontekstual berbasis kebutuhan masyarakat lokal yang rentan.

This study examines climate injustice and its impact on rural livelihoods, focusing on the case of coconut sugar farmers (locally known as penderes) in Pageraji Village, Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency. Drawing from political ecology, climate justice theory, and the sustainable livelihood framework, this research seeks to understand how global and national socio-economic inequalities contribute to climate change and disproportionately affect vulnerable rural communities. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and literature review. The findings reveal that penderes face multiple layers of vulnerability, including declining productivity due to extreme weather events, limited access to adaptive technologies, and weak social protection mechanisms. Structural inequalities in the production and distribution of climate change impacts exacerbate their livelihood insecurity across natural, human, social, physical, and financial capital dimensions. The study argues that penderes are not only ecological victims but also subjects of structural and historically rooted development injustices. Accordingly, this research calls for a reorientation of climate policy towards a more just and context-sensitive approach that centers the needs and rights of vulnerable local communities.

Kata Kunci : keadilan iklim, penderes, penghidupan berkelanjutan, ketimpangan struktural, ekologi politik, perubahan iklim

  1. S1-2025-472979-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472979-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472979-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472979-title.pdf