Laporkan Masalah

Analisis komoditas andalan dan unggulan kawasan sentra produksi pertanian Lereng Merapi bagian selatan Kabupaten Sleman

SANTOSA, Wahyudi Heru, Dr.Ir. Suhatmini Hardyastuti, MS

2004 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan komoditas pertanian kawasan sentra produksi pertanian lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang termasuk kategori andalan dan unggulan serta memprediksikan pertumbuhan produksinya. Hasil dari penelitian ini akan digunakan sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data nilai produksi komoditas pertanian kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan dan nilai produksi komoditas pertanian yang sama di kabupaten Sleman serta propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai data penunjang digunakan data produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) dan harga konstan (ADHK) tahun 1993. Data yang digunakan dalam penelitian ini mulai tahun 1998 sampai dengan 2003. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Shift Share, Model Ratio Pertumbuhan, Overlay, Klassen Typology dan Regresi Linier (Linear Regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pertanian di kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang termasuk kategori andalan kabupaten adalah: jagung, kentang, aneka salak, cengkeh, sapi perah, ayam petelur dan ikan kolam/budidaya. Sedangkan yang termasuk kategori unggulan propinsi adalah: aneka salak, sapi perah (susu sapi) dan ayam petelur (telur). Pengaruh pertumbuhan regional menyebabkan seluruh komoditas andalan dan unggulan memberikan dampak positif terhadap nilai produksi. Secara keseluruhan komoditas pertanian di kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang termasuk kategori andalan dan unggulan mempunyai sifat kompetitif, tumbuh dominan dan surplus Komoditas pertanian di kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang laju pertumbuhan nilai produksinya lebih tinggi dibandingkan komoditas yang sama di tingkat kabupaten adalah: jagung, petsai, cabai, durian, nangka, pisang, aneka salak, cengkeh, sapi perah (susu sapi), itik (telur), ayam petelur, dan ikan kolam/budidaya. Sedangkan komoditas pertanian di kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang laju pertumbuhan nilai produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas yang sama di tingkat propinsi adalah: jagung, kentang, cengkeh, sapi perah (susu sapi) dan ikan kolam/budidaya. Komoditas pertanian andalan kabupaten dan unggulan propinsi dari kawasan sentra produksi lereng Merapi bagian selatan kabupaten Sleman yang mempunyai potensi dan berpeluang untuk dikembangkan adalah yang menurut hasil analisis Overlay mempunyai kecenderungan kompetitif, tumbuh dominan dan surplus. Prediksi produksi komoditas unggulan salak, sapi perah (susu sapi) dan ayam petelur pada tahun 2009 akan mencapai 41.332,12 ton; 6.193,70 ton, dan 3.330,05 ton

This research aim to analysis and specifies agricultural commodities at production center zone of southern Merapi side of Sleman regency, which categorized as mainstay and superior, and to predict growth rate of production. The results would being a recommendation for government. This research use secondary data, i.e. production value of agricultural commodities at production center zone of southern Merapi side and at both of Sleman regency and Yogyakarta Special District province. As the support data was use gross domestic regional product (GDRP) data based on currency price and constantly price at the year of 1993. The tools of the analysis were Location Quotient, Shift Share, Growth Ratio Model, Overly, Klassen Typology and Linear Regression (Trend). The results show that the agricultural commodities at production center zone of southern Merapi side which include categorized as mainstay commodities of Sleman regency are: maize, potato, variety of salacia, clove, milk cow, egg poultry and cultured fish. And which could categorize as superior commodities of Yogyakarta Special District province are: variety of salacia, milk cow and egg poultry. Regional growth effect to all mainstay and superior commodities giving positive impact on production value. Altogether the agricultural commodities at production center zone of southern Merapi which categorized as mainstay and superior had have competitive features, dominant growth, and surplus. Agricultural commodities at production center zone of southern Merapi side of Sleman regency which higher growth of production value as compare with the same commodities at the level of province are: maize, potato, clove, milk cow and fish. The mainstay and superior commodities at province level derived from production center zone of southern Merapi slope which has potentiality to develop as assessed by Overlay analysis was those has a competitive trend, dominant growth and surplus. As estimate in the year of 2009, the production of superior commodities (i.e. variety of salacia, milk cow, and egg poultry) will be 41,332.12; 6,193.70; and 3,330.05 ton, respectively.

Kata Kunci : Produksi Pertanian,Komoditas Unggulan, mainstay commodities; superior commodities; production estimation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.