Laporkan Masalah

THE RELATIONSHIP BETWEEN SIMPLIFIED PULMONARY EMBOLISM SEVERITY INDEX AND MORTALITY WITHIN 14 DAYS OF HOSPITALIZATION IN SEVERE AND CRITICAL COVID-19 PATIENTS

Felicia Averine, dr. Heni Retno Wulan, M.Kes., Sp.PD-KP; dr. Rizka Humardewayanti Asdie, Sp.PD - KPTI

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: COVID-19 derajat berat dan kritis berhubungan dengan kondisi protrombotik yang meningkatkan risiko terjadinya tromboemboli vena, termasuk emboli paru (EP), yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan angka kematian jangka pendek. Simplified Pulmonary Embolism Severity Index (sPESI) merupakan alat klinis tervalidasi yang digunakan untuk memprediksi mortalitas 30 hari pada pasien EP. Namun, penerapan sPESI pada pasien COVID-19 masih belum banyak diteliti.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara skor sPESI dengan mortalitas dalam 14 hari perawatan pada pasien COVID-19 derajat berat dan kritis.

Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif yang menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 derajat berat dan kritis yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode Mei hingga Oktober 2021. Analisis bivariat dilakukan untuk mengidentifikasi variabel kandidat prediktor, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi logistik multivariat guna menilai pengaruh independen skor sPESI dan jenis kelamin terhadap mortalitas.

Hasil: Sebanyak 275 pasien memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Mayoritas pasien (83,3%) memiliki skor sPESI tinggi (?1), dan 81,9% di antaranya meninggal dalam 14 hari perawatan. Skor sPESI tinggi berhubungan secara bermakna dengan peningkatan risiko mortalitas (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Kesimpulan: Skor sPESI berhubungan signifikan dengan mortalitas 14 hari pada pasien COVID-19 derajat berat dan kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa sPESI berpotensi digunakan sebagai alat prognostik yang praktis untuk stratifikasi risiko dini dan pengambilan keputusan klinis

Background: Severe and critical COVID-19 are associated with a prothrombotic state, increasing the risk of venous thromboembolism, including pulmonary embolism (PE), which may contribute to increased short-term mortality. The Simplified Pulmonary Embolism Severity Index (sPESI) is a validated clinical tool used to predict 30-day mortality in PE patients, however its application in COVID-19 patients remained unexplored. 

Aim: This study aims to investigate the relationship between the sPESI score and mortality within 14 days of hospitalization in patients with severe and critical COVID-19.

Method: A retrospective cohort study was conducted using medical records of severe and critical COVID-19 patients admitted to RSUP dr. Sardjito from May to October 2021. Bivariate analysis was used to identify candidate predictors, followed by multivariate logistic regression to assess the independent effect of sPESI and sex on mortality.

Result: A total of 275 patients were included; 83.3% had a high sPESI score (?1), and 81.9% died within 14 days. High sPESI scores were significantly associated with increased mortality (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Conclusion: sPESI is significantly associated with 14-day mortality in severe and critical COVID-19 patients and may serve as a practical prognostic tool for early risk stratification and clinical decision-making.

Kata Kunci : COVID-19, pulmonary embolism, mortality, sPESI

  1. S1-2025-472578-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472578-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472578-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472578-title.pdf