Curahan kerja dan pendapatan pekerja dalam industri rumah tangga di kecamatan Kasihan kabupaten Bantull
Evy Indriawati, Drs. Tukiran, M.A.
1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenefitian ini dilakukan di Kecamatan Kasihan, Kabu-paten Bantul. Secara purposive dipilih dua desa sebagai daerah sampel penelitian yaitu Desa Ngestiharjo dan Desa Bangunjj.wo. Responden dalam penelitian ini adalah pendu-duk berusia 10 tahun ke atas yang bekerja di sektor Industri Rumah Tangga. Untuk mengetahui latar belakang keluarga diambil kepala keluarga dari responden yang terpilih. Responden diambil secara acak di dua desa sampel penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui curah-an kerja dan pendapatan pekerja Industri Rumah Tangga. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui penyebaran dan penyerapan tenaga kerja di dua desa yang berbeda aksesibilitasnya serta untuk mengetahui alasan bekerja di sektor Industri Rumah Tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mencurahkan waktu lebih dari 35 jam per minggu (84,5 persen). Dihubungkan dengan jam kerja normal, hal ini menunjukkan bahwa sebagian pekerja mempunyai jam kerja penuh (di atas 35 jam per minggu). Hampir separuh dari jumlah pekerja (48,5 persen) mempunyai pendapatan kurang dari Rp. 30.000,- per bulan. Apabila diperhatikan menurut jenis Industri Rumah Tangga, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jam kerja dan pendapatan pekerja makanan lebih besar dari pada pekerja industri bukan makanan. Rata-rata jam kerja per minggu pekerja industri makanan adalah 44,5 dan pekerja industri bukan makanan ada]_ah 38,3. Rata-rata jam kerja per minggu pekerja laki-laki maupun pekerja perempuan industri makanan lebih tinggi daripada industri bukan makanan. Demikian pula rata-rata pendapatan pekerja industri makanan adalah Rp. 56.900,- per bulan dan pekerja industri bukan makanan adalah Rp. 32.500,- per bulan. Dilihat dari perbedaan aksesibilitas sebagian besar pekerja industri makanan berlokasi di desa aksesibilitas tinggi dan pekerja industri bukan makanan berlokasi di desa aksesibilitas rendah. Di desa aksesibilitas tinggi, pekerja tersebar pada tiap-tiap pedusunan. Di desa ak-sesibilitas rendah, pekerja tersebar secara mengelompok pada beberapa pedusunan. Meskipun perbedaannya tidak demiklan besar ada kecenderungan bahwa penyerapan tenaga di desa aksesibilitas tinggi lebih tinggi dari pada desa aksesibilitas rendah, yaitu 2,2 pekerja terserap dalam tiap-tiap unit usaha di desa aksesibilitas tinggi. Pada desa aksesibilitas rendah, tiap-tiap unit usaha menyerap 2,0 pekerja. Dilihat dari alasan bekerja, sebagian !\J1 pekerja memilih bekerja di Industri Rumah Tangga, karena alasan pekerjaan turun temurun (54,5 persen).
-
Kata Kunci : Pendapatan kerja,Pekerja industri rumah tangga,Industri rumahtangga,Kasihan,Bantul,DIY