STUDI DAYA DUKUNG LAHAN ENCLAVE DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU (STUDI KASUS DI DESA RANU PANI)
Budiyanto Mareoli, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sulthoni, M.Sc.; Ir. Lies Rahayu W., M.P.
2002 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertumbuhan penduduk yang besar menuntut penambahan lahan, baik untuk tempat tinggal ataupun untuk pertanian. Lahan yang luasnya tetap, jumlah penduduknya terns bertambah akan menyebabkan tekanan penduduk terhadap lahan. Tekanan terhadap lahan yang terns meningkat cepat atau lambat daya dukung lahan tersebut akan terlampaui. Perhitungan daya dukung umumnya ditujukan pada daerah-daerah yang kehidupan penduduknya sangat tergantung pada hasil lingkungan setempat Perhitungan daya dukung lahan pertanian akan memberikan gambaran yang jelas tentang jumlah orang yang hidupnya dapat ditunjang oleh satu satuan lahan pertanian. Besar kecilnya daya dukung lahan akan ditentukan oleh produk'1ivitas lahan tersebut. Produktivitas lahan yang tinggi akan menentukan daya dukung lahan yang tinggi dan tingkat kesejahteraan hidup petani yang tinggi pula. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menaksir besarnya daya dukung iahan untuk pemenuhan kebutuhan penduduk enclave Desa Ranu Pani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan mengukur tingkat kesejahteraan penduduk enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Desa Ranu Pani. Penelitian daya dukung lahan ini dilakukan di Desa Ranu Pani yang merupakan salah satu desa enclave yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini lebih ditekankan pada studi dilapangan dan bukan bersifat eksperimen studi, sehingga bahan penelitian yang digunakan adalah kondisi umum masyarakat dan lahan yang ada di wilayah desa. Data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder yang meliputi data lahan penduduk, produktivitas lahan, data kebutuhan riil penduduk, data monografi Desa Ranu Pani, peta Kawasan Taman Nasional Brorno Tengger Serneru dan informasi lainnya sebagai pelengkap data, yang kemudian diproses dengan menggunakan rumus Tirtohamidjoyo (1985) dan Eka (1992). Hasil perhitungan daya dukung lahan akan dibandingkan dengan kriteria kemiskinan menurut Sayogjo (1977). Data-data di analisis dengan menggunakan pendekatan deskritif. Hasil penelitian menuajukan bahwa daya dukung lahan Desa Ranu Pani cukup rendah yaitu 6,03 jiwa/ha. Jika dilihat dari luas lahan yaitu 247 ha maka dari luas lahan tersebut hanya mampu menghidupi sekitar 1.489,44 jiwa. Jumlah penduduk hingga bulan Maret tahun 2002 sebesar 2002 jiwa, terjadi kelebihan beban penduduk sebesar 512,29 jiwa. Tingkat kesejahteraan Penduduk Desa Encalve Ranu Pani berada diatas garis kemiskinan. Daya dukung lahan yang rendah tersebut memerlukan upaya dan perhatian serius dalam peningkatan daya dukung lahan, mengingat 5-10 tahun ke depan jumlah penduduk desa enclave tersebut akan terns bertambah dan akan menyebabkan ancaman terhadap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kata Kunci : Pertumbuhan penduduk, lahan, produktivitas, kesejahteraan, daya dukung