INTENSITAS SERANGAN OMPHISA SP. PADA BAMBU APUS ( GIGANTOCHLOA APUS KURZ.) DIBERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DI D.I.YOGYAKARTA
Muhammad Isroq Fajri, Ir. Subyanto ; Dr. Ir. Musyafa', M. Agr.
2002 | Skripsi | S1 KEHUTANANOmphisa sp. adalah salah satu hama penggerek batang bambu selain kumbang bubuk. Hama ini menyerang bambu Apus pada stadium larva. Batang bambu yang terserang akan mengalami pemendekkan pada ruas-ruasnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1 ) mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap intensitas serangan hama penggerek batang Omphisa sp. pada bambu Apus. 2) Mengetahui umur bambu Apus yang diserang hama Omphisa sp. 3) Mengetahui letak serangan hama penggerek Omphisa sp. pada bambu Apus. Sumber variasi dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : ketinggian tempat tumbuh, umur bambu yang terserang dan letak gejala serangan pada batang bambu. Ketinggian tempat tumbuh bambu pada penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : 0 100 m dpi, 100 - 400 m dpi dan 400 - 700 m dpi. Umur bambu dibedakan ke dalam 3 bagian, yaitu : 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Sedangkan letak gejala serangan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : pangkal (P), tengah (T) dan ujung (U). Pengambilan sampel dilakukan secara random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketinggian 400 - 700 m dpi intensitas serangannya adalah 79,10%, ini lebih besar daripada ketinggian tempat 0 -100 m dpi dan 100 - 400 m dpi, yaitu sebesar 1,55% dan 14,8 %. Dan pada tingkat umur, intensitas serangan paling besar terdapat pada umur 2 tahun, yaitu: pada ketinggian tempat 0 - 100 m dpi sebesar 2,77%, pada ketinggian 100 - 400 m dpi sebesar 19, 6%. Namun pada ketinggian tempat 400 - 700 m dpi intensitas serangan paling tinggi terdapat pada umur 3 tahun, yaitu 87,86%. Sedangkan intensitas serangan pada letak gejala serangan terbesar terletak pada bagian pangkal (P) kemudian terletak pada bagian tengah (T) dan selanjutnya terletak pada bagian ujung (U).
Kata Kunci : Omphisa sp., bambu Apus, penggerek batang. intensitas serangan