Laporkan Masalah

Unequal Pay in Hidden Employment: The Story of Indonesian Women in the Informal Sector

Alifah Rahma Kaamila, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan upah berdasarkan gender antara pekerja formal dan informal di Indonesia. Dengan menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan perempuan untuk bekerja di sektor informal serta perbedaan tingkat upah antara pekerja laki-laki dan perempuan di sektor formal maupun informal. Model regresi logit digunakan untuk mengestimasi peluang bekerja di sektor informal, sedangkan metode dekomposisi Oaxaca–Blinder digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan upah berdasarkan variabel yang dimasukkan dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan variabel yang digunakan, perempuan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk bekerja di sektor informal dibandingkan laki-laki. Selain itu, kesenjangan upah di sektor informal lebih banyak berkaitan dengan perbedaan pada returns to characteristics, atau komponen diskriminasi, daripada faktor-faktor yang dapat diamati seperti pendidikan dan pengalaman kerja individu. Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan upah berbasis gender di sektor informal tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh karakteristik produktivitas semata. Oleh karena itu, kebijakan yang berfokus pada pengembangan keterampilan, peningkatan akses pendidikan, serta perlindungan sosial bagi perempuan yang bekerja di sektor informal perlu dipertimbangkan untuk mengatasi kesenjangan upah berbasis gender di Indonesia.

The study aims to analyze the gender wage gap among formal & informal workers in Indonesia. Using data from August 2021 National Labor Force Survey (Sakernas), the research examines the factors influencing women’s tendency to enter informal employment and the wage differentials between male and female workers in both formal and informal sectors. A logit regression model is used to estimate the likelihood of informal employment, while the Oaxaca–Blinder decomposition method identifies the sources of the wage gap based on the variables included in the model. The results indicate that, given the variables considered, women are more likely to be engaged in informal employment compared to men. Moreover, wage disparities in the informal sector appear to be more related to differences in returns to characteristics, or the discrimination component, rather than observable factors such as education or work experience. These findings suggest that gender wage inequality in the informal sector cannot be fully explained by productivity-related characteristics alone. Therefore, policies focusing on skill development, educational access, and social protection for women in informal employment should be considered to address gender-based pay disparities in Indonesia.

Kata Kunci : gender wage gap, informal sector, women, gender discrimination, labor force participation, Oaxaca–Blinder decomposition, wage inequality, informal employment, labor economics, Sakernas 2021, Indonesia

  1. S1-2025-475081-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475081-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475081-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475081-title.pdf