KEANEKARAGAMAN DAN PERSEBARAN BURUNG DI DESA SIDOREJO, LENDAH, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Salsa Hudan Nurrohmah, Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Keanekaragaman burung di daerah tropis sangat kaya dan menarik, terutama di Indonesia. Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.800 spesies burung yang menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman burung tertinggi di dunia. Salah satu komponen penting dari keanekaragaman hayati yakni keanekaragaman jenis burung. Desa Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, dengan kondisi geografis dan ekosistem yang unik, memiliki potensi besar dalam mendukung keanekaragaman jenis burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan distribusi spesies burung, preferensi pakan, dan status konservasi setiap spesies burung di Desa Sidorejo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode point count di 54 titik pengamatan yang dipilih secara acak (random) merepresentasikan luas Desa Sidorejo keseluruhan. Data kemudian diolah dan dibuat peta pesebarannya menggunakan perangkat lunak QGIS, hasil disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan peta. Hasil menunjukkan terdapat 24 spesies burung berasal dari 8 ordo, 14 familia dan 24 genera yang tergolong ke dalam 12 feeding guild dengan persentase insectivora, diikuti granivora, aerial insectivora, karnivora, piscivora, karnivora khusus, insectivora/frugivora, nectarivora/frugivora, insectivora/omnivora, frugivora/granivora, frugivora/insectivora. Berdasarkan assesmen IUCN Red list 23 spesies dengan status Least Concern (LC) dan 1 spesies Vulnerable (VU). Dua spesies, yaitu Pernis ptilorhynchus dan Spilornis cheela, termasuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan Appendix II CITES. Penelitian ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis birdwatching serta meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat lokal.
Tropical bird diversity is exceptionally rich and intriguing, particularly in Indonesia, which is home to over 1,800 bird species, making it one of the countries with the highest avian biodiversity in the world. Sidorejo Village, Lendah, Kulon Progo, with its unique geography and ecosystem, holds great potential to support diverse bird populations. This study aims to identify bird species and their distribution, feeding preferences, and conservation status in Sidorejo Village. Data were collected using the point count method at 54 randomly selected observation points representing the entire village area. The results were processed and mapped using QGIS software and presented in the form of tables, diagrams, and distribution maps. A total of 24 bird species were recorded, representing 8 orders, 14 families, and 24 genera, classified into 12 feeding guilds. The dominant guild was insectivores, followed by granivores, aerial insectivores, carnivores, piscivores, specialist carnivores, insectivore/frugivores, nectarivore/frugivores, insectivore/omnivores, frugivore/granivores, and frugivore/insectivores. Based on the IUCN Red List assessment, 23 species were categorized as Least Concern (LC), and one species as Vulnerable (VU). Two species, Pernis ptilorhynchus and Spilornis cheela, are listed as protected under Indonesian Regulation No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 and CITES Appendix II. This study also highlights the potential for developing birdwatching-based ecotourism and enhancing local community awareness of bird and habitat conservation.
Kata Kunci : burung, distribusi, feeding guild, habitat, keanekaragaman