Laporkan Masalah

Integrasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pemodelan tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan : Studi kasus sebagian kabupaten Kutai propinsi Kalimantan Timur

Habib Subagio, Dr. Hartono, DESS.; Drs. Projo Danoedoro, M.Sc.

2000 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk aplikasi integrasi penginderaan jauh dan sistern informasi geografis. Penelitian ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan IFFM-gtz (Integrated Forest Fire Management) Samarinda yaitu sebuah badan bantuan teknis petnerintah Republik Jerman khusus pada bidang penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Fokus penelitian ini adalah pemodelan spasial tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan berdasarkan citra pengin. deraan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Tujuan utarna dari penelitian ini adalah untuk menguji akurasi citra Landsat TM untuk penyadapan data biofisik lingkungan ctalam. petnodelan spasial tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan dan menerapkan model tersebut pada data titik api NOAA AVHRR dan data penutup lahan yang diturunkan dari data. Landsat TM pasca kebakaran_ lntegrasi data spasial dalam sistem informasi geografis dilakukan untuk perolehan hasil yang maksimal. Forrnat data raster dan vektor didapatkan pada proses kelengkapan data. Proses pengolahan data juga dilakukan pada kedua basis format data di atas. Basis data raster dilakukan pada pengolahan citra Landsat TM untuk perolehan data penutup lahan pasca kebakaran 1998 dan pengolahan data kemiringan lereng melalui model elevasi digital (digital elevation model). Perolehan data penutup lahan pasca kebakaran dengan metode digitasi layar (s•reen diginzing) pada data digital Landsat TM akuisisi 11r1aret1998 hasil scarming dari hard copy yang meliput sekitar 85% dari wilayah kajian serta data digital asli Landsat TNI 1998 akuisisi Maret 1998 meliput 15% wilayah kajian. Basis data vektor dig?nakan pada operasi pemodelan spasial serta anaiisa data dan evaluasi model. Konversi format data raster ke format data vektor meliputi konversi hasil digitasi data tematik dan data penutup lahan pasca kebakaran. Data titik api yang diguna.kan diperoleh dari pengolahan tim 1FFM Samarinda melalui stasiun burni satelit kecil (SBSK) Samafinda dengan perangkat lunak STAR dan GADS untuk pengolahan data NOAA-AVHRR. Data yang diperoleh berupa data koordinat dan data suhu pada tiap titik api. Konversi data dilakukan untuk menghasilkan data grafis distribusi titik api pada wilayalt penelitian. Pemodelan pada penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yang terwujud menjadi dua sub-model spasial yaitu; sub-model spasial tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan pada kelompok parameter fisik, kebijakar, dan sub model aksesibilitas. serta satu rnodel hasil yang berupa model spasial tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan. Hasil akhir dari model ini merupakan prototipe yang berarti masih harus dilakukan berbagai perbaikan yang meliputi pemasukan parameter terkait dan kondisi data dari tiap parameter tersebut. Metode matching dilakukan pada pararneter-parameter fisik maupun parameter kebijakan pada proses perolehan sub-model spasialnya. Sub-model aksesibilitas dilakukan dengan metode pemodelan jarak (buffering), dan pada perolehan hasil model spasial akhir kernbali lagi pada metode matching antara sub model spasial fisik dan kebijakan dengan sub-model aksesibilitas. Penilaian yang bet-upa kodifikasi pada tiap-tiap parameter didasarkan pada formulasi logis yang bertumpu pada berbagai penelitian. Argumentasi disajikan pada tiap operasi matching sebagai jawaban dari hasil tiap tahapan teknis operasi data spasial yang mengacu pada metode boolean logic. Evaluasi model dilakukan secara spasial dan uji ketelitian dengan cara operasi spasial model terhadap data penutup lahan pasca kebakaran dan data titik api periode Januari s/d April 1998. Hasil uji ketelitan model terhadap data penutup lahan pasca kebakaran dari Landsat TM -menunjukkan nilai 72,08% dan terhadap data titik api dari NOAA-AVHRR rnenunjukkan nilai 90,82%. Perbedaan hasil ini merupakan sebagian kesimpulan sementara dari perbedaan dua data uji yang berbeda. xiv

-

Kata Kunci : kebakaran hutan dan lahan ,Sistem informasi geografis,SIG,GIS,Penginderaan jauh,Kutai,Kalimantan Timur

  1. S1-2001-Habib_Subagio-abstract.PDF  
  2. S1-2001-Habib_Subagio-bibliography.PDF  
  3. S1-2001-Habib_Subagio-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2001-Habib_Subagio-title.PDF