Laporkan Masalah

Identifikasi dan pemetaan permukiman kumuh dengan pendekatan interpretasi foto udara dan sistem informasi Geografis : Studi tujuh kecamatan di kotamadya Yogyakarta

Halipan, Prof. Dr. Sutanto; Drs. Noorhadi Rahardjo, M.S.

1998 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di sebagian wilayah Kotamadya Yogyakarta, meliputi Kecamatan Jetis, Danurejan, Gondomanan, Gedongtengen, Kraton, Pakualaman, dan Kecamatan Ngampilan. Tujuan Penelifian ini adalah untuk mengetahui kemampuan foto udara pankromatik hitam-putih skala 1: 13000 tahun 1996 dalam menyajikan informasi tentang variabel fisik lingkungan permukiman, khususnya untuk mengenali dan memetakan sebaran permukiman kumuh di daerah penelitian. Metode pembagian wilayah pernetaan dilakukan secara Pholornorphic, yaitu didasarkan atas keseragaman kenampakan yang dapat diamati dari foto udara. Keseragaman kenampakan ini meliputi kepadatan rumah, keseragaman ukuran rumah, dan tata letak rumah mukim. Perolehan data dilakukan melalui interpretasi foto udara dan kerja lapangan. Pengolahan data dilakukan secara digita1 dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) perangkat lunak PC ARC/Info versi 3.5.0. Analisis data dilakukan dengan cara pengharkatan (scoring). Variabel fisik linglcungan permukiman untuk interpretasi foto udara meliputi kepadatan rumah, ukuran rumah, kejelasan petak lahan, tata letak rumah, aksesibilitas internal, lokasi medan, dan lokasi terhadap pusat kota. Dalam keija lapangan, selain untuk melakukan uji ketelitian juga dilakukan penilaian terhadap kondisi fisik lingkungan perm ukiman menggunakan variabel teresterial, yaitu banjir, sanitasi, air minum, saluran air hujan, saluran limbah, tempat sampah, kondisi permukaan jalan, lokasi terhadap pusat kota, keadaan bangtman, tata letak, dan kepadatan bangunan. Hasil penilaian teresterial ini selanjutnya digunakan sebagai pembanding untuk menguji ketelitian hasil penilaian me1alui interpretasi foto udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam-putih skala 1 : 13000 dapat digtmakan untuk menyadap data variabel fisik lingkungan permulciman dengan ketelitian antara 82,5 % - 95 %. Adapun ketelitian pemetaan sebaran permulciman kumuh hasil interpretasi foto udara dibandingkan dengan hasil teresterial sebesar 95 %. Secara keseluruhan permukiman kumuh di daerah penelitian seluas 101,7 ha, yang terdiri dari permukiman agak kumuh seluas 46,2 ha, permukiman kumuh seluas 35,5 ha, dan permukiman sangat kumuh seluas 20 ha. Seluas 394,1 ha merupakan daerah permukiman tidak kumuh, dan seluas 277, 2 ha merupakan daerah-bukan permukiman. Pennukiman sangat kumuh tersebar di Kecamatan Jetis, Danurejan, dan Gondomanan, sedangkan permukiman kurnuh dan agak kumuh selain tersebar di tiga Kecaniatan tersebut, juga terdapat di Kecamatan Gedongtengen, Pakualaman, dan Kecamatan Ngampilan.

-

Kata Kunci : Permukiman kumuh,Sistem informasi geografis,Interpretasi foto udara,Kotamadya Yogyakarta,DIY

  1. S1-1998-Halipan-abstract.PDF  
  2. S1-1998-Halipan-bibliography.PDF  
  3. S1-1998-Halipan-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1998-Halipan-title.PDF