Laporkan Masalah

Pusat Budaya dan Olahraga Desa dengan Pendekatan Low-Tech Local Architecture di Dusun Kalangan (Bantul, Yogyakarta)

Febrian Deta Regita Aryani, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., IPU

2025 | Skripsi | ARSITEKTUR

Dusun Kalangan di Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY, memiliki potensi budaya dan sosial yang kuat, didukung oleh keberadaan yang dekat dengan Desa Wisata Jipangan beserta komunitas seni dan kerajinan tangan yang berkembang. Akan tetapi, fasilitas publik yang dapat mewadahi aktivitas olahraga, budaya, dan interaksi sosial masih terbatas terutama di dusun tersebut belum tersedia fasilitas olahraga yang memadai. Oleh karena itu, proyek perancangan Pusat Olahraga dan Budaya Desa di Dusun Kalangan bertujuan untuk menciptakan ruang yang dapat mengakomodasi berbagai kegiatan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas lokal dan menerapkan prinsip keberlanjutan. Konsep utama yang diterapkan dalam perancangan adalah "Cultural and Ecological in Harmony", yang menekankan keseimbangan antara nilai budaya lokal dan kesadaran ekologis. Strategi desain mencakup penggunaan material lokal, penerapan ventilasi alami, serta penyediaan ruang yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan aktivitas masyarakat. Selain itu, integrasi antara ruang olahraga, ruang budaya, ruang komunitas, dan ruang publik dirancang untuk mendorong interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi kreatif warga.


Kalangan in Bangunjiwo Village, Kasihan, Bantul, DIY, possesses strong cultural and social potential, supported by its proximity to Jipangan Tourism Village and the thriving community of arts and handicrafts. However, public facilities that can accommodate sports, cultural activities, and social interactions remain limited, particularly as the hamlet lacks adequate sports facilities. Therefore, the design project for the Village Sports and Cultural Center in Kalangan Hamlet aims to create a space that accommodates various community activities while simultaneously strengthening local identity and incorporating sustainable principles. The main concept applied in this design is "Cultural and Ecological in Harmony," which emphasizes the balance between local cultural values and ecological awareness. The design strategies include the use of local materials, the implementation of natural ventilation, and the provision of flexible and adaptive spaces that can accommodate changing community activities. Additionally, the integration of sports areas, cultural spaces, community spaces, and public areas is designed to foster social interaction and support the growth of the local creative economy.

Kata Kunci : Pusat Budaya dan Olahraga, SDGs, Indeks Desa Membangun, Passive Design

  1. S1-2025-474744-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474744-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474744-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474744-title.pdf