Optimasi agribisnis kedelai di Kota Mataram
MARYATI, Sri, Dr.Ir. Slamet Hartono, M.Sc
2004 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan : untuk mengetahui penggunaan sumberdaya agribisnis kedelai yang optimal; mengetahui berapa nilai tambah yang diperoleh pada kondisi alokasi sumberdaya agribisnis optimal; mengetahui pengaruh perubahan harga input atau ouput agribisnis kedelai terhadap perolehan nilai tambah. Penelitian menggunakan data primer, sekunder dan data Susenas tahun 2002 dengan lokasi penelitian di Kota Mataram. Data primer terdiri dari 60 responden usahatani dan 30 responden agroindustri. Data dianalisis dengan menggunakan model programa linier dan validasi model dengan menggunakan interval konfidensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang digunakan secara optimal yaitu sebesar 66% dan hanya untuk komoditas kedelai. Lahan tersedia tidak habis digunakan yang disebabkan keterbatasan tenaga kerja. Produksi kedelai tidak mencukupi kebutuhan bahan baku agroindustri karena adanya konsumsi masyarakat dari produk olahan kedelai seperti tempe,tahu,susu kedelai dan kecap sehingga menyebabkan adanya aktivitas pembelian kedelai. Nilai tambah yang diperoleh dari agribisnis kedelai adalah sebesar Rp. 7.126.760.000,- . Nilai tambah sensitif terhadap perubahan harga input, output baik pada usaha tani kedelai maupun pada agroindustri berbasis kedelai.
This research have purposes: to know optimum soybean agribusiness resources utilizing; to know how much value-added that gained in optimum agribusiness resources allocation condition; to know affect of changes in input and output price of soybean agribusine ss for value-added gain. Research using primary data, secondary data, and Susenas data in 2002 with research location takes place in Mataram City. Primary data consist of 60 respondents of farm group and 30 respondent of agricultural industry. The data is analyzed by using linear programming model and the model validation used confidence interval. The result showed that area that had optimum utilize amount of 66% and only for soybean commodity. The available land have not used up yet due to the limitedness of labor. Soybean production is not sufficient for raw material need of agroindustry because there’s people consumption for soybean processed product such as tempe, tahu, soymilk, and soy sauce that causing soybean buying activities. Value-added that gained from soybean agribusiness is amount Rp. 7.126.593.000,-. Value-added is sensitive case for changes in input and output price, both on soybean farm group or in soybean base agribusiness.
Kata Kunci : Agribisnis Kedelai,Nilai Tambah, Optimazing, Agribusiness, Soybean, Value-added