Laporkan Masalah

Penilaian Dampak Sosial Sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) Pada Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Mitra Koperasi Wana Manunggal Lestari Di Kabupaten Gunungkidul

Dinda Maya Safira, Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si.

2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Sertifikasi hutan adalah instrumen kebijakan pengelolaan hutan yang dirancang dengan memperhatikan aspek-aspek kelestarian. Sistem sertifikasi terdiri dari dua jenis yaitu sertifikasi mandatory dan sertifikasi voluntary. Sertifikasi FSC merupakan sertifikasi yang dilakukan oleh pihak ketiga (voluntary) dengan tujuan untuk mendorong pengelolaan hutan dilakukan dengan berkelanjutan dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak sosial sertifikasi FSC pada pengelolaan hutan kemasyarakatan mitra KWML. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Tani Manunggal dan Sedyo Makmur. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi yakni penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi FSC berdampak positif terhadap dampak sosial petani hutan kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil penelitian pada indikator pengetahuan petani sebesar 73,93% (setuju), persepsi petani 80,03% (sangat setuju), kesadaran petani 80,29% (sangat setuju), partisipasi petani 80,23% (sangat setuju), penanganan konflik 84,71% (sangat setuju), kesempatan kerja petani 75,71% (setuju), peluang usaha 76,29% (setuju), pendapatan petani 86,29% (sangat setuju), serta kesehatan dan keselamatan kerja 86,14% (sangat setuju). Sebagai koperasi yang menaungi berbagai KTHKm di Kabupaten Gunungkidul, KWML memberikan dampak positif bagi KTHKm melalui kerjasama kemitraan yang terjalin. Adanya kerjasama kemitraan yang terjalin dengan stakeholders terkait, petani memperoleh manfaat dari pendampingan, penyediaan bibit, dan pelatihan peningkatan keterampilan petani.

Forest certification is a forest management policy instrument designed to emphasize sustainability. The certification system consists of two types: mandatory certification and voluntary certification. The Forest Stewardship Council (FSC) certification is a third-party voluntary scheme aimed at promoting sustainable and responsible forest management. This study aims to evaluate the social impact of FSC certification on community based forest management among partner farmers of the Wana Manunggal Lestari Cooperative (KWML). The research was conducted within the Tani Manunggal and Sedyo Rukun Community Forest Farmer Groups (KTHKm), using a mixed-methods approach that integrates both quantitative and qualitative data. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that FSC certification has had a positive social impact on the livelihoods of forest farmers. This is evident from various indicators, including farmer knowledge (73.93% agree), farmer perception (80.03% strongly agree), farmer awareness (80.29% strongly agree), participation (80.23% strongly agree), conflict mitigation (84.71% agree), employment opportunities (75.71% agree), business opportunities (76.29% agree), income (86.29% strongly agree), and occupational health and safety (86.14% strongly agree). As a cooperative that coordinates multiple KTHKm groups in Gunungkidul Regency, KWML plays a key role in maximizing the impact of FSC certification. Farmers benefit from partnerships through access to assistance, seed distribution, and training programs that aim to enhance their skills and capacities.

Kata Kunci : Sertifikasi FSC, Social Impact Assessment (SIA), KWML

  1. D4-2025-481165-abstract.pdf  
  2. D4-2025-481165-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-481165-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-481165-title.pdf