Penilaian Kapasitas Masyarakat Dalam Pengurangan Risiko Bencana Tsunami Di Wilayah Pesisir Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo
ADE LIA FEBRIANTI, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Sc.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Wilayah pesisir Kecamatan Grabag memiliki potensi bahaya tsunami tinggi terutama di desa yang berbatasan langsung dengan pantai, yaitu Desa Harjobinangun, Patutrejo, Ketawangrejo, Munggangsari, dan Kertojayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami dan menganalisis strategi yang diperlukan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Analisis kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam penelitian ini didasarkan pada 4 prioritas dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) yakni, (1) Pemahaman risiko bencana, (2) Memperkuat tata kelola risiko bencana, (3) Investasi pengurangan risiko bencana, dan (4) Kesiapsiagaan untuk respon efektif. Penelitian menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh masyarakat pesisir Kecamatan Grabag dengan pengambilan sampel pada 100 responden rumah tangga. Pengolahan data dilakukan dengan metode skoring untuk dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan matriks kuadran (berdasarkan kesadaran dan tindakan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih berada dalam kategori belum siap, dengan rekapitulasi seluruh prioritas SFDRR menunjukkan 52% responden berada pada kuadran tidak sadar (rendah kesadaran dan tindakan), sementara hanya 32% yang berada pada kategori siap sepenuhnya. Prioritas 2 (tata kelola risiko) merupakan aspek kapasitas terendah. Berdasarkan hasil ini, strategi PRB diarahkan pada pendekatan berbasis matriks kuadran kapasitas kesiapsiagaan dan prioritas SFDRR dengan fokus pada penguatan kapasitas lokal dan partisipasi komunitas.
The coastal area of Grabag District has a high potential for tsunami hazards, especially in the villages that directly adjacent to the coast, such as Harjobinangun, Patutrejo, Ketawangrejo, Munggangsari, and Kertojayan Villages. This study aims to assess the capacity of community preparedness in responding to tsunami disasters and to analyze the strategies necessary for effective disaster risk reduction efforts.
The analysis of community preparedness capacity in this study is grounded in four key priorities outlined in the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR): (1) Understanding disaster risk, (2) Strenghtening disaster risk governance, (3) Investing in disaster risk reduction, and (4) Enhancing disaster preparedness for effective response. The study utilized primary data collected through questionnaires administered to coastal communities in Grabag District, employing a sampling that involved 100 household respondents. Data processing was conducted using a scoring method, which was then analyzed descriptively and quantitatively through a quadrant matrix that focuses on awareness and action.
The results indicated that most of the community remained in the unprepared category. A summary of all SFDRR priorities revealed that 52% of respondents fell into the unaware quadrant, characterized by low awareness and action, while only 32% of respondents were classified as fully prepared. Priority 2, (which focuses on risk governance), represents the area with the lowest capacity. Based on these results, the PRB strategy is directed at an approach based on the preparedness capacity quadrant matrix and SFDRR priorities, which focus on strengthening local capacity and community participation.
Kata Kunci : Kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan tsunami, pengurangan risiko, SFDRR, Kecamatan Grabag.