Model Mekanisme Generatif Vitalitas Kota Yogyakarta sebagai Kota Warisan Budaya
CINTA BERLIANA NURSAF, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kota Yogyakarta sebagai kota Warisan Budaya mengalami banyak permasalahan dari aspek budaya, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Permasalahan tersebut menyebabkan ancaman terhadap keberlangsungan dinamika kota, seperti terancamnya kelestarian budaya serta hilangnya identitas wilayah, penurunan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam berinteraksi dan mobilitas, hingga permasalahan pada pembangunan kota dari segi finansial dan sumber daya manusia. Berdasarkan urgensi tersebut, konsep vitalitas kota berguna sebagai acuan strategi pertahanan dan perbaikan kota. Kerangka strategi vitalitas kota Yogyakarta dirancang berdasarkan identifikasi model mekanisme generatif serta analisis relasi antar aspek vitalitas melalui 2 tahap. Tahap pertama adalah analisis kuantitatif dengan teknik Structural Equation Modeling Partial Least Square untuk melakukan seleksi model terbaik serta menguji hubungan antar variabel vitalitas. Kemudian, tahap kedua adalah analisis rich diagram yang digunakan untuk menguji ketepatan hasil model berdasarkan permasalahan kota Yogyakarta pada dokumen Rencana Strategis dinas teknis dan praktik baik dari acara Wayang Jogja Night Carnival (Best Practice WJNC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mekanisme generatif vitalitas kota Yogyakarta yang tepat merupakan vitalitas budaya menuju ekonomi, lalu lingkungan, kemudian sosial sebagai produk vitalitas kota. Kemudian, juga ditemukan bahwa vitalitas budaya dan ekonomi berperan sebagai fondasi utama vitalitas kota, vitalitas sosial sebagai variabel terpenting dengan tingkat tantangan dan nilai mutlak tertinggi dalam pembangunan kota, serta urgensi perbaikan pada vitalitas lingkungan guna memediasi vitalitas budaya dan ekonomi lebih baik lagi. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan arahan strategi pemecahan masalah kota Yogyakarta berupa 27 usulan program prioritas lintas sektor untuk Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai strategi peningkatan performa vitalitas kota secara berkelanjutan.
Yogyakarta as the Cultural Heritage City, is currently facing a range of challenges spanning cultural degradation, environmental issues, social instability, and economic strain. These problems threaten lots of the city's aspects, from the city’s cultural identity to the well-being of its communities, and even the sustainability of its development. To address this, the concept of urban vitality is used as a strategic framework for analysis and planning. The research was conducted in two stages. First, using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (PLS- SEM) to identify the most relevant relationships between vitality dimensions. Second, applying rich diagram analysis to evaluate these findings based on the related government’s policy documents and a local best practice from the Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). The results reveal that cultural vitality plays a foundational with economic vitality as the second most important. The research also finds that social vitality has its greatest challenges and highest necessity level in developing the urban vitality of Yogyakarta, while environmental and social factors have its low performances to act as key mediators. The research ended by proposing 27 strategic programs for the Yogyakarta City Government, served with interdisciplinary collaborations amongst cross-sector, all to improve the city's overall vitality in a sustainable way.
Kata Kunci : Vitalitas Kota, Mekanisme Generatif, Kota Warisan Budaya, Evaluasi Pembangunan Berkelanjutan