Potensi pengembangan industri berbahan baku tanah liat diwilayah kecamatan Seyegan kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Mei Luki Widyasari, Drs. Risyanto, M.S.
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIndonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan adanya penyempitan luas lahan pertanian akibat masalah perubahan lahan pertanian ke peruntukan non pertanian. Selain itu, permasalahan yang dihadapi di dalam pengembangan aspek ekonomi menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman adalah masalah pertanian yang kurang dapat menjadi penggerak perekonomian dan untuk mengatasinya diperlukan waktu yang cukup lama. Penelitian ini berjudul potensi pengembangan industri berbahan baku tanah liat di wilayah Kecamatan Seyegan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik industri dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri berbahan baku tanah liat baik faktor produksi saat ini maupun faktor dari pengusaha serta faktor wilayah berupa lokasi dan keterkaitannya dengan wilayah dan sektor lain sehingga dapat digunakan untuk menentukan ataupun melengkapi arahan pengembangan industri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling dan dalam pengumpulan datanya dilakukan dengan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 64 pengusaha industri berbahan baku tanah liat. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif serta analisa statistik. Potensi sumberdaya mineral bahan galian golongan C khususnya tanah liat di Kecamatan Seyegan sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk pembangunan di sektor perindustrian yang memanfaatkan bahan baku tanah liat tersebut. Potensi bahan galian golongan C tanah liat tersebut tahun 1998 sebanyak 10.212.000 m³. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap jumlah produksi pada Desa Margoluwih adalah jumlah modal, sedangkan pada Desa Margodadi adalah jumlah bahan baku. Hal tersebut dapat disebabkan karena industri di Desa Margoluwih modal banyak terserap untuk membayar upah tenaga kerja karena jumlah tenaga kerja upahannya lebih banyak daripada industri di Desa margoluwih. Sedangkan pada industri di Desa Margodadi selalu berproduksi jika mempunyai bahan baku dan menumpuk produknya hingga terjual. Selain itu, industri berbahan baku tanah liat di daerah penelitian lokasinya sangat dipengaruhi oleh dekatnya bahan baku yang bersifat banyak dan berat terhadap lokasi industri. Upaya untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam, menguatkan mengembangkan dan mengurangi kendala-kendala pada industri dilakukan penanganan pada ketiga elemen yang terkait yaitu tentang lingkungan, sumberdaya manusia dan usaha itu sendiri.
-
Kata Kunci : Pengembangan industri,Industri bahan baku tanah liat,Seyegan,Sleman,DIY