Laporkan Masalah

Does Financial Inclusion Reduce Energy Poverty? An Empirical Analysis Using 2021 Indonesian Household Data

Anggita Ester Marsaulina, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Studi ini menyelidiki apakah inklusi keuangan mengurangi kemiskinan energi di Indonesia, menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 dan Survei Potensi Desa (Podes) yang dikumpulkan pada tingkat kabupaten. Dengan menggabungkan data tingkat rumah tangga dan desa, analisis ini menangkap karakteristik sosial ekonomi dan faktor kontekstual. Model regresi probit dengan marginal odds ratio diterapkan untuk memperkirakan kekuatan dan arah asosiasi. Meskipun analisis ini bersifat observasional dan tidak menyiratkan kausalitas, hasilnya studi bahwa inklusi keuangan secara signifikan mengurangi kemungkinan rumah tangga mengalami kemiskinan energi. Analisis heterogenitas menunjukkan bahwa efeknya lebih jelas di antara rumah tangga pedesaan, rumah tangga yang dikepalai perempuan, rumah tangga berpendidikan rendah, serta rumah tangga wiraswasta. Temuan ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan dapat menjadi alat kebijakan yang penting untuk meningkatkan akses energi, terutama ketika disesuaikan dengan karakteristik demografis, pekerjaan, dan perbedaan regional.


This study investigates whether financial inclusion reduces energy poverty in Indonesia, using 2021 National Socioeconomic Survey (Susenas) and the Village Potential Survey (Podes) data aggregated at district (kabupaten) level. By combining household- and village-level data, the analysis captures both socioeconomic characteristics and contextual factors. A probit regression model with marginal odds ratios is applied to estimate the strength and direction of the associations. Although the analysis is observational and does not imply causality, the results indicate that financial inclusion significantly reduces the likelihood of households experiencing energy poverty. Heterogeneity analysis shows that the effect is more pronounced among rural households, female-headed households, those with lower educational attainment, and particularly among self-employed households. These findings suggest that financial inclusion can be an important policy tool to improve energy access, particularly when tailored to demographic, occupational, and regional differences.

Kata Kunci : financial inclusion, energy poverty, probit model, Indonesia, Susenas, Podes, district-level analysis.

  1. S1-2025-481311-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481311-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481311-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481311-title.pdf