Eksplorasi Penilaian Publik terhadap Orang Tua pada Kasus Penganiayaan Anak oleh Pengasuh: Analisis Tematik Komentar Berita YouTube
Aura Shalsyabila Shafa, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan pasca trauma pada anak yang mengalami kekerasan. Namun, dukungan orang tua dapat menjadi tidak optimal ketika orang tua disalahkan atas kekerasan yang menimpa anak. Sikap menyalahkan ini juga terjadi di ruang daring dalam respon berita kasus penganiayaan anak oleh pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penilaian publik terhadap orang tua dalam komentar berita kasus penganiayaan anak oleh pengasuh di YouTube. Kasus yang dianalisis dalam penelitian ini difokuskan pada kasus penganiayaan anak selebgram di Malang pada Maret 2024 lalu. Sebanyak 261 komentar disaring dari 6 video berita kasus tersebut. Metode kualitatif dengan analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pandangan dan pola penilaian publik. Analisis menghasilkan 6 tema utama: 1) Kesalahan memilih pengasuh, 2) Kelalaian orang tua membahayakan anak, 3) Bekerja mengorbankan anak, 4) Ibu yang paling bersalah, 5) Pengaitan pengasuhan dengan nilai religius, dan 6) Dukungan terhadap orang tua. Hasil ini menunjukkan lebih banyak komentar yang menyalahkan daripada mendukung orang tua. Selain itu, penilaian publik juga mencerminkan diskursus yang lebih luas terkait ekspektasi peran orang tua dan pengasuhan ideal. Temuan penelitian ini berguna untuk mendorong kebijakan perlindungan anak, edukasi kepada publik yang menekankan dukungan bagi orang tua, serta mendorong media melaporkan kasus kekerasan anak secara lebih empatik dan bertanggung jawab.
Parents play a crucial role in supporting post-trauma recovery for children who have experienced violence. However, this support can be hindered when parents are blamed for the violence their children suffer. Such blame also occurs in online spaces, particularly in response to news coverage of child abuse cases involving caregivers. This study aims to explore public judgements of parents through comments on YouTube news videos about a child abuse case involving a social media influencer’s child in Malang, Indonesia, in March 2024. A total of 261 comments were collected from six related news videos. A qualitative method using thematic analysis was employed to identify public views and patterns of judgment. The analysis generated six main themes: (1) Choosing the wrong caregiver, (2) Parental negligence endangering the child, (3) Working at the expense of the child, (4) Mothers as the ones most to blame, (5) Parenting linked to religious values, and (6) Support for parents. The results show that blame toward parents appeared more frequently than supportive comments. Moreover, public judgements reflect broader societal discourse regarding parental expectations and ideals of parenting. These findings are valuable for informing child protection policies, promoting public education that emphasizes support for parents, and encouraging the media to report child abuse cases with greater empathy and responsibility.
Kata Kunci : penilaian moral, pengasuhan, penganiayaan anak, analisis media sosial, komentar YouTube