Studi tingkat kelayakan koridor satwa (Wildlife corridor) untuk Harimau Sumatera di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh - Swaka Marga Satwa Bukit Rimbang Baling provinsi Riau
Eriadi, Prof. Dr. Sutikno
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian tingkat kelayakan koridor untuk Harimau Sumatera ini mengambil lokasi dari Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh hingga Kawasan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Baling. Penelitian ini menekankan kembali pentingnya memetakan koridor satwa terutama big mammal dalam hal ini Harimau Sumatera sebagai satwa yang diprediksikan berbagai peneliti akan mengalami kepunahan dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini di sebabkan oleh perubahan (penutup lahan) wilayah Provinsi Riau. Keberadaan habitat satwa akan terganggu, karena hutan mulai tefragmentasi. Studi tingkat koridor satwa dengan pemodelan zonasi ekologi bentang lahan menjadi sangat penting dalam memantau keberadaan Harimau Sumatera dan mempertahankan biodiversity dari habitat ke habitat yang telah terfragentasi. Berdasarkan permasalahan tesebut penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui karakteristik koridor satwa untuk Harimau Sumatera di antara Bukit Tiga puluh hingga Bukit Rimbang Baling, (2) Untuk mengetahui tingkat kelayakan jalur satwa untuk Harimau Sumatera di antara Rimbang Baling dengan Bukit Tiga puluh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu membuat syarat/kriteria tingkat kelayakan pergerakan Harmau sumatera. Ada tiga parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penutup lahan, elevasi dan luasan blok. Parameter tersebut di buat untuk menentukan tingkat kelayakan untuk koridor Harimau Sumatera. Penelitian ini menggunakan software ArcGIS, semua parameter diskoring dan di overlay. Terakhir dalam penelitian ini menggunakanproses pemodelan dengan fungsi koridor di dalam ArcGIS untuk menentukan tingkat kelayakan koridor satwa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagaian daerah penelitian masih berpotensi dijadikan kawasan koridor satwa untuk Harimau sumatera. Hal ini sangat terlihat dari hasil pemetaan land cover yang masih didominasi berupa penutup hutan. Ada empat kelas kelas habitat dalam penelitian ini, yakni kelayakan sangat tinggi, tinggi sedang, rendah. Luasan terbesar untuk masing-masing tingkat kelayakan yakni; untuk kelayakan sangat tinggi 68,52%, kelayakan tinggi 26,63%, kelayakan sedang 0.60%, kelayakan rendah 4.23%. Koridor yang menghubungkan ada lima kelas yakni sangat tinggi, tinggi sedang, rendah dan sangat rendah. Tingkat kelayakan koridor ini merupakan sebagai jalur untuk menghubungkan blok-blok habitat tersebut.
This research was done in Bukit Tigapuluh National Park to Bukit Rimbang Baling Wildlife Sanctuary and focused on the importance of wildlife corridor mapping, especially for mammal, like Panthera tigris sumatrae which is predicted will be extinct in the future. It caused by the land cover change in Riau Province, as result of land cover change will be disturbed and fragmentation. For thise reason, a study which closed to map landscape ecological zoning model become be important to monitor, in order to keep the biodiversity from one habitat to others habitat which have been fragmented. Based on this problems, there are two purpose of this reseach (1) to understand the characteristics of wildlife corridor for Panthera tigris sumatera between Rimbang Baling and Bukit Tiga Puluh and (2) to understand the feasibility level of wildlife corridor for Panthera tigris sumatera between Rimbang Baling and Bukit Tiga Puluh. The method used in the research is making a criteria of parameters for Phantera tigris sumatera necessary for living as a basic for classification. There are 3 parameters which is used in resacrch, namely landcover, elevation, block size. These parameters was used to contruct a requerment which is needed the suitability level for Panthera tigris sumatera. Then, in method by using Arc gis, all parameters was scored and overlay. Finally, it use modeling pocess with corridor functionin Arc Gis to build suitability level. The result show that a part of research area has a potential to be a wildlife corridor for panthera tigris sumatera. This is supported by land cover map which dominated by forest, with a recommendation note from research area. The are four suitability hahytat classes which is resulted from this research. First class, veryhight suitability 68,52%, The second class, high suitabily 26,63%, moderate suitability 0,60 %, low suitability class 4,23 %. The corridor has five suitability. veryhight suitability, high suitabily, moderate suitability, low suitability class, verry low suitability class. Corridor suitabily is conecteda wildland to wildland.
Kata Kunci : Elevasi, penutup lahan, koridor satwa, Harimau Sumatera,Elevation, land cover, wildlife corridor, panthera tigris sumatera