Laporkan Masalah

Penilaian Pengunjung Terhadap Hasil Revitalisasi Wisata Rowo Jombor, Klaten

Citra Pratiwi, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M. A

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan revitalisasi kawasan wisata Rowo Jombor dengan menambah dan memperbaiki fasilitas yang ada. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Sehinga tujuan pada penelitian ini, yaitu 1) mengetahui penilaian pengunjung; serta 2) memberikan saran pengembangan kawasan wisata pascarevitalisasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Obyek penelitian dalam penelitian ini yaitu pengunjung Rowo Jombor pascarevitalisasi, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih dari 155 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif serta uji chi-square untuk melihat hubungan antara identitas pengunjung dengan penilaian aspek wisata.

Revitalisasi Rowo Jombor terbukti membawa dampak positif terutama pada aspek keindahan yang memperoleh apresiasi tertinggi dari hampir seluruh kelompok pengunjung. Aspek aksesibilitas dinilai cukup baik namun masih menyisakan kendala pada area parkir dan kemudahan bagi pengguna mobil, sedangkan kenyamanan berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan perbedaan persepsi antar kelompok. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan terbatas antara identitas pengunjung dengan penilaian pada fasilitas tertentu, namun secara umum tanggapan pengunjung relatif seragam. Dengan demikian, keberhasilan utama revitalisasi terletak pada peningkatan keindahan kawasan, sementara aksesibilitas dan kenyamanan masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya lebih merata dirasakan semua kalangan.

The Government of Klaten Regency implemented the revitalization of Rowo Jombor tourism area by adding and improving existing facilities. This initiative aimed to enhance the attractiveness of the destination while generating economic and social benefits for the surrounding community. Accordingly, the objectives of this study were: (1) to examine visitors’ assessments; and (2) to provide recommendations for further development of the tourism area after revitalization.

The research employed a quantitative approach with a descriptive method. The study population comprised visitors to Rowo Jombor after revitalization, with a total sample of 100 respondents selected from 155 using accidental sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive quantitative analysis as well as chi-square tests to assess the relationship between visitor characteristics and their evaluations of tourism aspects.

The findings indicate that revitalization had a positive impact, particularly on the aspect of beauty, which received the highest appreciation across nearly all visitor groups. Accessibility was rated as fairly good but still faced challenges related to parking areas and convenience for car users, while comfort was assessed at medium to high levels with varying perceptions across groups. The chi-square test revealed limited associations between visitor characteristics and evaluations of certain facilities, yet overall responses were relatively consistent. Therefore, the main success of the revitalization lies in improving the aesthetic quality of the area, while accessibility and comfort still require further enhancement to ensure equitable benefits for all visitors.

Kata Kunci : Rowo Jombor, Revitalisasi, Aksesibilitas, Kenyamanan, Keindahan, Pariwisata Berkelanjutan.

  1. S1-2025-482378-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482378-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482378-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482378-title.pdf