STUDI FABRIKASI DAN KARAKTERISASI KAYU TRANSPARAN TERMOKROMIK BERDASARKAN SIFAT OPTIK DAN TERMAL
Geraldy Eka Putra Hardiwiyanto, Dr. Ir. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP.; Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Kenyamanan optik dan termal merupakan aspek penting dalam
bangunan karena memengaruhi konsumsi energi serta kenyamanan penghuni. Kaca
konvensional unggul pada kualitas optik, namun memiliki konduktivitas termal
tinggi yang meningkatkan beban pendinginan. Kayu transparan menjadi alternatif
dengan transmitansi tinggi dan isolasi termal lebih baik, penambahan pigmen
termokromik memungkinkannya beradaptasi terhadap temperatur melalui perubahan
warna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kayu transparan termokromik ramah
lingkungan serta mengkaji sifat optik, termal, dan waktu respon perubahan warna
sebagai material pengganti kaca konvensional.
Fabrikasi dilakukan dengan
delignifikasi kayu balsa menggunakan larutan sodium chlorite dan acetic buffer,
diikuti impregnasi resin epoksi bercampur pigmen termokromik pada konsentrasi
tertentu. Sampel dicetak dan dikondisikan hingga transparan. Karakterisasi
meliputi pengujian lignin, transmitansi optik, analisis termal menggunakan
Differential Scanning Calorimetry (DSC), serta pengukuran waktu respon dengan
ESP32-Cam dan ImageJ.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa delignifikasi
menurunkan kandungan lignin hingga 2,09?n menghasilkan kayu transparan
termokromik dengan sifat optik dan termal yang baik. Nilai transmitansi
tertinggi tercatat 69,9% pada konsentrasi 0%, sementara peningkatan konsentrasi
pigmen menurunkan temperatur puncak endotermik menjadi 53,45°C dan meningkatkan
entalpi hingga 10,33 J/g. Waktu respon tercepat terjadi pada konsentrasi 0,3?ngan durasi 327,55 detik, dipengaruhi oleh temperatur puncak dan nilai
entalpi.
Optical and thermal comfort are important aspects in
buildings because they affect energy consumption and occupant comfort.
Conventional glass excels in optical quality, but has high thermal conductivity
which increases the cooling load. Transparent wood is an alternative with high
transmittance and better thermal insulation, and the addition of thermochromic
pigments allows it to adapt to temperature through color changes. This study
aims to develop environmentally friendly thermochromic transparent wood and
examine its optical and thermal properties and color change response time as a
substitute for conventional glass.
Fabrication was carried out by delignifying
balsa wood using a sodium chlorite and acetic buffer solution, followed by
impregnation with epoxy resin mixed with thermochromic pigments at a certain
concentration. The samples were molded and conditioned until transparent.
Characterization included lignin testing, optical transmittance, thermal
analysis using Differential Scanning Calorimetry (DSC), and response time
measurements with ESP32-Cam and ImageJ.
The results showed that delignification
reduced the lignin content to 2.09% and produced thermochromic transparent wood
with good optical and thermal properties. The highest transmittance value was
recorded at 69.9% at a concentration of 0%, while an increase in pigment
concentration lowered the endothermic peak temperature to 53.45°C and increased
the enthalpy to 10.33 J/g. The fastest response time occurred at a
concentration of 0.3% with a duration of 327.55 seconds, influenced by the peak
temperature and enthalpy value
Kata Kunci : kayu transparan termokromik, delignifikasi, transmitansi optik, DSC / transparent thermochromic wood, delignification, optical transmittance, DSC