Laporkan Masalah

Pendekatan logika samar (Fuzzy Logic) untuk pemetaan penggunaan lahan sebagian kota Semarang dari Citra Landsat ETM + Multitemporal

Ega Denaswidhi, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.

2008 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Infromasi penggunaan lahan merupakan infromasi tematik yang penting dalam perencanaan wilayah, namun terkadang tidak dapat diturunkan secara langsung dari klasifikasi multispektral standard. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan pendekatan logika samar (fuzzy logic) dalam menurunkan informasi penggunaan lahan dari citra multitemporal. Pendekatan logika samar mendefinisikan nilai piksel kedalam fungsi derajat keanggotaan sehingga diperoleh proporsi yang sesuai untuk menentukan klas penggunaan lahan dari piksel campuran. Citra multitemporal akan memberi bukti yang kuat mengenai kondisi pengunaan lahan dari dua waktu perekaman. Daerah penelitian berada di sebagian Kota Semarang dan menggunakan citra Landsat ETM+ perekaman 1 Mei 2002 dan 21 Agustus 2002 sebagai sumber data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi multispektral terbimbing dengan menggunakan algoritma Maximum Likelihood sebagai fase defuzzifikasi untuk memproses hasil penentuan derajat keanggotaan piksel dari 10 klas penggunaan lahan. Kerja lapangan dan komposit warna dari saluran terpilih digunakan untuk membedakan objek yang disampel saat penentuan daerah contoh kemudian dilakukan uji separabilitas antar sampel. Parameter statistik (mean dan standar deviasi) dari sampel yang mempunyai nilai separabilitas ? 1000 digunakan sebagai masukan dalam proses fuzzifikasi (menentukan derajat keanggotaan). Hasil proses fuzzifikasi berupa citra klas fuzzy masing-masing klas penggunaan lahan, kemudian digabungkan untuk menghasilkan sampel baru yang terbobot statistik (probabilitas) fuzzy dan citra klas fuzzy gabungan sebagai informasi a priori sekaligus sebagai masukan dalam algoritma Maximum Likelihood untuk ekstraksi informasi penggunaan lahan akhir. Tingkat akurasi dari penggabungan dua citra multitemporal lebih baik dibandingkan metode yang sama diterapkan pada citra perekaman tunggal. Perhitungan uji akurasi keseluruhan pada peta penggunaan lahan hasil penggabungan dengan sampel dari lapangan sebagai referensi menunjukkan tingkat akurasi 87,5% dan indeks kappa 0,861. Proses penggabungan citra klas fuzzy dan matriks konvolusi mampu meningkatkan akurasi karena diperoleh nilai keanggotaan maksimum dari masing-masing citra yang menunujukkan klas penggunaan lahan pada tahun 2002.

-

Kata Kunci : Penggunaan lahan, logika samar (fuzzy), klasifikasi multispektral, citra multitemporal,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2007-171651-Abstract.pdf  
  2. S1-2007-171651-Bibliography.pdf  
  3. S1-2007-171651-TableofContent.pdf  
  4. S1-2007-171651-Title.pdf