Kajian fasilitas pelayanan ekonomi di kota Pangkal Pinang
Edi Irawan, Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKota Pangkalpinang adalah salah satu kota yang ada di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga sekaligus merupakan ibukota propinsi. Kota Pangkalpinang memiliki jumlah penduduk terpadat. Jumlah penduduk di kota ini terus meningkat akibat perubahan status administrasi. Kondisi ini menuntut adanya perimbangan dari jumlah fasilitas pelayanan sosial dasar, fasilitas pelayanan ekonomi dan perumahan. Pemfokusan dalam penelitian ini adalah kajian tentang fasilitas pelayanan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Mengetahui karakteristik terkonsentrasinya fasilitas pelayanan ekonomi tiap kecamatan di Kota Pangkalpinang 2) Mengetahui hubungan antara ketersediaan jenis fasilitas pelayanan ekonomi dengan hirarki permukiman tiap kelurahan di Kota Pangkalpinang dan 3) Mengetahui kesesuaian keberadaan fasilitas pelayanan ekonomi dengan fungsi Kawasan Kota Pangkalpinang dalam RTRW. Penelitian ini menggunakan enam (6) cara analisis. Pertama adalah menggunakan distribusi quotient (DQ) digunakan untuk melihat tingkat konsentrasi fasilitas pelayanan ekonomi. Analisis kedua adalah menggunakan Location Quetient (LQ) untuk melihat karakteristik fasilitas pelayanan ekonomi. Analisis ketiga menggunakan skalogram yang digunakan untuk menentukan hirarki permukiman dengan pembagian menjadi tiga (3) tingkatan yaitu hirarki 1, hirarki II, dan hirarki III. Analisis empat adalah menggunakan Skala Guttman untuk melihat ketersediaan jenis fasilitas pelayanan ekonomi. Analisis kelima adalah menggunakan korelasi pearson digunakan untuk mencari hubungan antara hirarki permukiman dengan ketersediaan jenis fasilitas pelayanan ekonomi, dan analisis terakhir adalah analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui kesesuaian keberadaan fasilitas pelayanan ekonomi dengan fungsi kawasan Kota Pangkalpinang dalam RTRW. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut 1) tingkat konsentrasi fasilitas pelayanan ekonomi di tiap kecamatan berbeda dan mempunyai karakteristik masing-masing. Tingkat konsentrasi fasilitas pelayanan ekonomi tertinggi adalah Kecamatan Taman Sari karena luas wilayahnya yang sangat kecil namun terdapat jumlah fasilitas pelayanan ekonomi yang signifikan. 2) hubungan yang terjadi antara Ketersediaan Jenis Fasilitas Pelayanan Ekonomi dengan hirarki permukiman tiap kelurahan di Kota Pangkalpinang adalah lemah.3) Keberadaan fasilitas pelayanan ekonomi sesuai dengan ketentuan fungsi kawasan dalam RTRW Kota Pangkalpinang, pada tahap pertama (2002-2007), perkembangan difokuskan pada Kecamatan Bukit Intan dan tahap kedua (2007 2012), perkembangan difokuskan pada Kecamatan Pangkalbalam.
-
Kata Kunci : Fasilitas pelayanan ekonomi, fungsi Kawasan, hirarki permukiman,Pangkalpinang