Laporkan Masalah

Paradoks Subjektivasi: Gender, Moralitas, dan Anarki Internasional

Tegar Pulung Subhiksa, Dr. Ririn Tri Nurhayati

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Skripsi ini menantang asumsi anarki dalam Hubungan Internasional, di mana paradigma neorealis dan konstruktivis seringkali mengandaikan negara sebagai subjek pra-diskursif, alih-alih produk kontigensi. Skripsi ini menjelaskan bahwa subjektivitas negara tidak dapat dipisahkan dari karakter anarki internasional yang bergender dan bermoral. Mengacu pada paradoks subjektivasi Michel Foucault dan performativitas Judith Butler, studi ini menunjukan bagaimana kekuasaan, gender, dan moralitas membentuk perilaku negara. Lebih lanjut, studi ini menguraikan empat cara subjektivasi: institusionalisasi subjektivitas, subjektivasi institusional, subjektivasi ideologis, dan reproduksi sosial, untuk mengungkap praktik-praktik dalam politik global di mana moralitas dan gender saling terkait dalam sistem internasional.

This thesis challenges assumptions of anarchy in International Relations, where neorealist and constructivist paradigms often presuppose states as pre-discursive subjects rather than contingent products. It explains that state subjectivity is inseparable from the gendered and moralized character of international anarchy. Drawing upon Michel Foucault's paradox of subjectivation and Judith Butler's performativity, the study shows how power, gender, and morality structure state behavior. It further outlines four ways of subjectivation: institutionalization of subjectivity, institutional subjectivation, ideological subjectivation, and social reproduction, to reveal practices in global politics where morality and gender are intertwined into the international system.

Kata Kunci : Subjectivation, International Anarchy, Regime of Truth, Poststructuralism, Political Theory

  1. S1-2025-478927-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478927-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478927-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478927-title.pdf