Laporkan Masalah

Analisis Wacana Kritis: Konstruksi Performa Perguruan Tinggi dalam Dokumen Kebijakan MBKM Tahun 2020-2021

NUGROHO PRASETYO ADITAMA, Dr. Indah Surya Wardhani, S.Sos., M.Sc.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini menganalisis bagaimana performa perguruan tinggi dikonstruksikan dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2020–2021, dalam konteks menguatnya ideologi neoliberal dalam pendidikan tinggi Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough, studi ini menelaah lima dokumen kebijakan dan mengelaborasikannya dengan wawancara mahasiswa peserta MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan MBKM membingkai perguruan tinggi sebagai institusi yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui representasi wacana yang menekankan logika neoliberalisme, seperti efisiensi, daya saing, dan relevansi industri. Istilah-istilah seperti “kemerdekaan” dan “nilai jual” bekerja secara simbolik dalam menyamarkan dominasi ideologis dan membatasi ruang otonomi aktor pendidikan tinggi. Sistem Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi instrumen mendisiplinkan institusi melalui konstruksi performatif perguruan tinggi. Studi ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan tinggi tidak bersifat netral, melainkan merupakan bagian dari praktik sosial yang penuh kepentingan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap performa perguruan tinggi perlu mencakup pembacaan ideologis, agar pendidikan tinggi dapat dikembalikan pada peran sosial-akademik yang membebaskan, bukan sekadar melayani kepentingan pasar.

This study analyzes how higher education performance is constructed within the 2020–2021 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy, within the context of the strengthening of neoliberal ideology in Indonesian higher education. Using Norman Fairclough's critical discourse analysis approach, this study examines five policy documents and elaborates on them with interviews with MBKM student participants. The results show that the MBKM policy frames higher education as institutions that support economic growth through discursive representations that emphasize neoliberal logic, such as efficiency, competitiveness, and industrial relevance. Terms such as "independence" and "selling point" operate symbolically, obscuring ideological dominance and limiting the autonomy of higher education actors. The system of Indikator Kinerja Utama (IKU) serves as an instrument for disciplining institutions through the performative construction of higher education. This study emphasizes that higher education policy is not neutral but rather part of a social practice fraught with vested interests. Therefore, evaluation of higher education performance needs to include an ideological reading, so that higher education can be returned to a liberating socio-academic role, rather than simply serving market interests.

Kata Kunci : Performa Perguruan Tinggi, MBKM, Analisis Wacana Kritis, Neoliberalisasi, Kebijakan Pendidikan

  1. S1-2025-462902-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462902-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462902-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462902-title.pdf