Peningkatan kualitas program mobilitas internasional menuntut pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor penentu keberhasilan akademik dan sosial lintas budaya. Penelitian ini secara khusus mengkaji hubungan antara dimensi budaya, meliputi Power Distance, Collectivism vs Individualism, Short Term vs Long Term Orientation, Feminity vs Masculinity, serta Uncertainity Avoidance dengan motivasi belajar dan proses adaptasi mahasiswa IISMA yang menempuh studi di luar negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuisioner CVSCALE (mengukur dimensi budaya), MSLQ (mengukur motivasi belajar), SCAS-R (mengukur proses adaptasi).
Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara mengindentifikasi masalah, melakukan studi literatur, pembuatan kuisioner, melakukan pilot study, melakukan uji validitas dan reabilitas kuisioner, menentukan jumlah sampel, melakukan pengumpulan data, melakukan uji normalitas, melakukan uji korelasi, melakukan uji prasyarat MANOVA, melakukan uji MANOVA, melakukan uji Post MANOVA, melakukan analisis hasil dan pembahasan, dan membuat kesimpulan dan saran.
Penelitian ini menunjukan adanya korelasi signfikan antara dimensi budaya Hofstede dengan tingkat motivasi belajar dan proses adaptasi mahasiswa mobilitas internasional serta dimensi budaya memiliki korelasi signifikan secara simultan dengan jenis kelamin, angkatan saat mengikuti IISMA, usia saat mengikuti program IISMA, negara tujuan, pengalaman perjalan ke luar negeri, pengalaman bekerja sama dalam tim, informasi awal tentang program IISMA, suku asal, durasi program, dan motivasi awal mengikuti program IISMA.
Improving the quality of international student mobility programs requires a comprehensive understanding of the factors determining academic and social success across cultures. This study specifically examines the relationship between Hofstede’s cultural dimensions—including Power Distance, Collectivism vs Individualism, Short Term vs Long Term Orientation, Femininity vs Masculinity, and Uncertainty Avoidance—and learning motivation and adaptation processes among Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) students pursuing studies abroad. The research employs a quantitative approach, collecting primary data through questionnaires: the CVSCALE (to measure cultural dimensions), MSLQ (to assess learning motivation), and SCAS-R (to evaluate adaptation).
The research stages included problem identification, literature review, questionnaire development, a pilot study, validity and reliability testing of the questionnaire, sample size determination, data collection, normality testing, correlation analysis, MANOVA assumptions testing, MANOVA, Post MANOVA testing, analysis and discussion of results, and drawing conclusions and recommendations.
The study found a significant correlation, though at a low level, between Hofstede’s cultural dimensions and both learning motivation and the adaptation process of internationally mobile students. Additionally, cultural dimensions showed a significant simultaneous correlation with students’ gender, cohort year, age at program participation, host country, prior international travel experience, teamwork experience, initial information sources about IISMA, ethnic background, program duration, and initial motivation for joining the program.
Kata Kunci : Nilai Dimensi Budaya Hofstede, Motivasi Belajar, Proses Adaptasi